Minggu, 15 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Jaga Keserasian Tubuh, Pikiran, dan Jiwa dengan Paschimottanasana

15 Maret 2019, 18: 36: 20 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jaga Keserasian Tubuh, Pikiran, dan Jiwa dengan Paschimottanasana

PASCHIMOTTANASANA : Setiap gerakan Paschimottanasana yang dilakukan, disertai dengan menyerasikan Mudra, baik sikap tangan, kaki, dan kepala.Kemudian ada Bandha (kuncian), Pranayama (pengaturan napas), dan Asana atau pose tubuh. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Setiap orang seakan berpacu agar tubuhnya bugar dan sehat. Ikuti kelas senam, fitness, yoga, meditasi, dan berbagai latihan lainnya. Khusus untuk yoga, ada gerakan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan jiwa raga yang dinamai Paschimottanasana.

Setiap kegiatan yang  dilakukan seseorang, akan memengaruhi.kondisi, termasuk  kesehatan tubuhnya. Mulai dari makanan yang dikonsumsi, pola hidup yang tidak sehat hingga manajemen dalam pengelolaan stres.

Dikatakan Instruktur Yoga I Gusti Made Widya Sena S.Ag.,M.Fil.H, kesadaran pola pikir masyarakat untuk kembali pada jalan kesehatan, tentunya bermula dari kesibukan aktivitas kesehariannya. "Sebagian dari kita bekerja setiap waktu tanpa mengenal lelah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, ditujukan untuk membeli barang yang selama ini menjadi impian,  hingga melupakan bagian yang paling penting dalam hidup, yakni kasih dan kesehatan," ujar Widya Sena yang juga dosen Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar kepada Bali Express (Jawa Pos Group) di Denpasar.


Ditegaskannya, kesehatan adalah harmoni antara tubuh, jiwa, dan lingkungan sosial yang memungkinkan seseorang untuk melakukan aktivitas. Sedangkan kasih adalah nutrisi untuk kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun psikis yang memberikan energi bagi kebugaran tubuh. Dan, untuk mendapatkan kesehatan tubuh salah satunya  dengan melakukan praktik yoga.

Kelompok Yoga Asana dengan membungkukkan badan ke depan, lanjut Widya Sena, sangat penting untuk menyeimbangkan dan meregangkan syaraf tulang belakang, membuat otot punggung lentuk dan kuat serta memijit dan menekan organ perut.


"Punggung yang lemas, salah satu hal penting dalam kesehatan tubuh bagian belakang. Dengan punggung yang lentur atau lemas akan memengaruhi kekuatan dan kebebasan ruang gerak seseorang  melakukan aktivitas kesehariannya," terang pria kelahiran 18 April 1983 ini.


Sebaliknya, seseorang dengan punggung yang kaku akan dirundung dengan berbagai jenis penyakit atau kesakitan.  Utamanya bagi seseorang yang sering bekerja dibalik meja, yang hampir sebagian hidupnya dihabiskan di depan komputer.


Dengan sering bekerja membungkuk dan mengetik di depan komputer, lanjutnya,  struktur tulang belakang menjadi terganggu. "Seseorang yang bekerja dengan cara membungkuk ini, biasanya akan cepat mengalami sakit pada bagian tulang belakang atau punggung. Hal ini dikarenakan tulang bagian belakang membuat postur tubuh yang tidak tepat saat beraktivitas," ujarnya.


Dijelaskannya, duduk  terlalu lama dengan pose tubuh melengkung ke depan mengakibatkan kekakuan pada punggung. Lantas, apa solusi cara tepat untuk mengatasi model bekerja yang banyak membungkuk ini?


Menurut Widya Sena, ada gerakan yoga khusus yang dinamai Pose Paschimottanasana. Dijelaskannya, pose Paschimottanasana adalah salah satu pose dari Yoga Asanas yang dipraktikkan dalam menjaga harmonisasi dan keserasian antara tubuh, pikiran, dan jiwa manusia. "Setiap praktik asana yang dilakukan di dalamnya disertai dengan menyerasikan Mudra (sikap tangan, kaki, dan kepala), Bandha (kuncian), Pranayama (pengaturan napas) dan Asana (pose tubuh)," urainya.


Secara etimologi, kata Paschimottanasana berasal dari dua suku kata, yakni Pascha, yang artinya di belakang, sedangkan Uttana artinya peregangan kuat. "Jadi, Paschimottanasana adalah pose untuk meregangkan punggung (bagian belakang tubuh) sekaligus meregangkan otot pada bagian belakang kaki," terangnya.


Ditambahkan Widya Sena, bagian belakang tubuh biasanya dihubungkan dengan arah mata angin barat, karena biasanya tradisi latihan atau praktik asanas yang dilakukan saat pagi hari, hingga kini dilakukan sambil menghadap ke matahari yang terbit (arah timur). "Dengan menghadap matahari, maka kita dapat menyerap energi vitalitas," katanya. Klasifikasi pose Paschimottanasana dilakukan dengan duduk menekuk ke depan. Ini dapat dilakukan oleh siapa saja dengan tingkat yoga dasar. Agar tidak terjadi cedera, lanjutnya, seseorang tidak boleh memaksakan dirinya untuk menekuk jauh melewati batas kelentukkannya karena otot-otot perlu waktu.

"Biarkan saja berlangsung dengan progres disiplin (sadhana) yang teratur hingga menjadi suatu kebiasaan (abhyasa) yang berkelanjutan. Dengan cara seperti itu, maka otot-otot punggung berangsur-angsur akan meregang dan mengalami kelentukkan. Setelah beberapa minggu, perlahan akan dapat menyentuh lutut dengan dahi, bahkan dengan dagu," ujarnya.


Widya Sena menjelaskan cara melakukan pose Paschimottanasana, duduklah di atas lantai dengan kedua kaki lurus di depan tubuh dan kedua lengan tangan letakkan di atas paha. Bisa gunakan selimut yang dilipat sebagai alas di bawah tulang duduk. Hal ini dilakukan agar dapat menaikkan posisi duduk, sehingga gaya gravitasi mendorong tubuh bagian atas ke depan secara efektif. Metode ini lebih dianjurkan daripada menggunakan fleksor pinggul, yakni sekelompok otot yang bekerja bersama untuk membantu melengkungkan dan melenturkan sendi pinggul dan otot-otot perut, karena bisa menimbulkan rasa kongesti (penumpukan darah secara berlebihan) pada sendi pinggul. Selanjutnya, menaikkan posisi duduk, menekuk lutut atau keduanya, memungkinkan tulang belakang bergerak lebih ke depan. Setiap sensasi peregangan di sekitar ujung atau pangkal otot, menandakan bahwa jaringan penghubung dan tendon sedang diregangkan.


Kendorkan seluruh tubuh, terutama otot-otot punggung atau bagian belakang. Kemudian
perlahan-lahan tekuk tubuh ke depan. Genggamlah ibu jari kaki atau telapak kaki dengan jari-jari tangan. Jika tidak bisa, dapat dilakukan dengan memegang di pergelangan kedua kaki. Kendorkan punggung dan otot-otot kaki. Selabjutnya tahan agar kedua kaki tetap lurus, jangan menekuk kedua kaki pada lutut. Lalu perlahan-lahan turunkan tubuh hingga dahi atau dagu menyentuh lutut. Jika belum bisa, cukup dengan mengunci gerakan dimana otot sudah mulai mengalami ketegangan.


Lakukan pose ini selama kurang lebih 15 detik hingga dua menit, lalu secara perlahan kembali ke posisi semula. Setelah itu, bernapaslah dengan normal saat posisi duduk. Hembuskan napas secara perlahan ketika menekuk ke depan. Tariklah napas saat menahan tubuh yang sedang dikunci. Hembuskan napas saat menarik tubuh lebih jauh ke depan dengan kedua lengan. Bernapaslah secara perlahan dan dalam pada sikap akhir.


Pernapasan sangat membantu selama membentuk pose ini. Menekankan gerakan mengeluarkan napas akan sangat membantu memperdalam fleksi panggul. Sedangkan gerakan menarik napas akan membantu merentangkan tulang belakang atas. Ini diawali dengan menarik napas diarahkan ke tulang rusuk dan mengeluarkan napas oleh otot-otot perut.


Manfaat melakukan pose Paschimotanasana adalah meregangkan urat-urat lutut dan mengendorkan persendian tulang paha. Fungsi lainnya mengaktifkan kelenjar ginjal, hati, pankreas, dan adrenalin. Juga bermanfaat menghilangkan kelebihan lemak secara efektif pada daerah perut. Gerakan ini juga  menyeimbangkan organ perut dan menghilangkan berbagai penyakit di daerah perut, sekaligus  menyelaraskan organ-organ panggul, merangsang aliran darah segar yang baik ke saraf dan otot-otot tulang belakang.

(bx/rin/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia