Rabu, 21 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Ngaben dan Bawa Traktor Lebih Gampang, Berkat Jalan TMMD

15 Maret 2019, 18: 42: 50 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ngaben dan Bawa Traktor Lebih Gampang, Berkat Jalan TMMD

BANGUN SENDERAN: Warga Tampuagan, Peninjoan bekerja bersama Satgas TMMD, Jumat (15/3). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-104 di Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli, tinggal sepekan lebih. Secara keseluruhan, program pembangunan fisik di desa itu sudah berjalan 80 persen, sejak dimulai 26 Februari lalu. Seperti pembukaan jalan sepanjang 1,5 kilometer, menghubungkan Dusun Tampuagan dengan Penarukan, Desa Peninjoan. Proyeknya hampir mencapai rampung. Sepanjang 1,2 kilometer sudah diaspal. Sisanya masih proses.

Pengerjaan jalan begitu cepat. Anggota satuan tugas (satgas) TMMD dari Kodim 1626/Bangli bersama masyarakat setempat saling bahu-membahu. Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Jumat (15/3) siang, salah seorang warga, Made Pepek, 51, ikut mengerjakan senderan jalan. Dia bersama keluarganya setiap tiga hari sekali datang ke lokasi. Mereka membentuk kelompok, terdiri atas 10 orang dan bergiliran dengan kelompok lain.

Made mengaku senang dengan adanya jalan baru ini. Warga tak perlu melintasi jalan sebelah barat Lembah Dukuh, yang panjangnya sekitar 5 kilometer. Jika dulu warga harus memutar ke arah barat, sekarang tinggal memotong jalur. Lebih cepat bagi masyarakat Penarukan kalau pergi ke Tampuagan. Keberadaan jalan baru dapat mempermudah masyarakat saat upacara ngaben. Jalan baru itu kini lebih lebar. Tak heran, dahulu di Lembah Dukuh adalah jalan setapak.

"Karena jauh, saat mengantar mayat ke setra, ya lewat sini. Dulu jalannya setapak. Karena gak ada jalan kan. Di samping itu memang tidak boleh lewat jalan besar karena kawasan suci. Jalur setapak ini jalur memotong," ungkap Made ketika ditemui di sela waktu istirahat.

Tak hanya soal upacara, warga yang punya lahan pertanian di Lembah Dukuh berencana menggunakan traktor. "Dulu lebarnya satu meter. Sekarang sudah ada jalan besar. Saya gak nyangkul lagi. Mobil sudah bisa lewat, gitu," ucap pria asal Dusun Tampuagan itu.

Komandan Kodim (Dandim) 1626/Bangli Letkol Cpn Andy Pranoto mengatakan, pengerjaan jalan diperkirakan selesai lebih awal sebelum 27 Maret mendatang. Sebab, pengaspalan jalan tinggal 300 meter lagi. 

"Kalau kendala ya tidak terlalu. Pengerjaan cepat kok. Bahkan bisa dibilang selesai lebih awal. Kalau pun dibilang ada yang terlambat, paling karena cuaca saja ya. Kan hujan terus, jadi berpengaruh," jelas Andy.

Secara keseluruhan, program pembangunan fisik dan nonfisik seperti penyuluhan berjalan sempurna. "Program pembangunan toilet di area Pura Puseh Karang Suwung sudah selesai. Keterlibatan narapidana sangat membantu kami. Bedah rumah pun tinggal 50 persen saja. Kalau dikebut, ya sebentar juga selesai bedah rumahnya," pungkasnya.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia