Minggu, 15 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tiga Kali Gagal Panen, Dinas PKP Lakukan Pengasapan

15 Maret 2019, 21: 17: 15 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Tiga Kali Gagal Panen, Dinas PKP Lakukan Pengasapan

MASIH HIJAU : Beberapa lahan pertanian di Subak Delod Setra, Dusun Serokadan, Desa Apuan, Susut, Bangli terlihat masih hijau, meski hama tikus terus menyerang. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

 BALI EXPRESS, BANGLI –  Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli Banyaknya akan melakukan pengasapan terkait hama tikus yang menyerang tanaman padi di Subak Piting Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli.

Seperti diberitakan sebelumnya, serangan hama tikus di wilayah tersebut  membuat para petani frustasi lantaran mereka gagal panen hingga tiga kali. Petani pun memilih menelantarkan lahan mereka.

Mengatasi masalah tersebut, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli berencana melakukan pengasapan dan pemberian racun. Pembasmian hama dengan cara penggropyokan akan dilakukan di semua subak di Serokadan, terutama Subak Piting, dalam waktu dekat ini. Seluruh warga subak akan dilibatkan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Kendati begitu, Dinas PKP Bangli mesti menunggu masa panen berakhir. "Pasti ada rencana itu (pembasmian). Begitu PPL berkoordinasi dengan pakaseh dan petani, kami siap melakukan pengasapan," kata Kepala Dinas PKP Bangli I Wayan Sukartana, Jumat (15/3).

Menurut Sukartana, saat ini memang banyak lahan pertanian warga rusak. Selain  karena serangan hama tikus, juga disebabkan oleh faktor cuaca sehingga rentan terhadap penyakit. "Karena cuaca tidak menentu, tanaman petani rentan terhadap serangan tungau dan hama putih.," ucapnya.

Tim Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) sudah turun ke lokasi. Apabila masa panen berakhir, penggropyokan akan segara dilakukan.. "Kalau dilakukan pengasapan, tikus di bawah tanah sampai anakan dan induknya pasti mati. Kami sudah sempat beri racun, paling mati satu hingga tiga ekor saja," ungkap Sukartana.

Terkait lahan pertanian yang ditelantarkan, Sukartana menyayangkan hal itu terjadi. "Jangan sampai frustrasi. Petani harus tetap menghasilkan, dengan cara menanam jenis tanaman lain. Namun perlu juga dengan upaya niskala,seperti upacara," tegasnya.

" Saya minta segera laporkan apabila terjadi serangan hama di lahan masing-masing. Kami juga akan diskusikan dengan petani, terkait pola tanam dan masa pengolahan tanah, apakah lahan tidak ditanami selama periode tertentu," tandasnya.

(bx/aka/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia