Selasa, 16 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Sering Sakit Kepala, Agus Malah Nyabu

15 Maret 2019, 23: 01: 55 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Sering Sakit Kepala, Agus Malah Nyabu

BARANG BUKTI : Polisi menunjukkan barang bukti berupa paket sabu dari hasil pengungkapan penyalahgunaan narkoba oleh para pelaku. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Agus Polos Hendri alias Agus, 32 kini berurusan dengan hukum. Pria asal Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan/Kabupaten Buleleng diringkus Satres Narkoba Polres Buleleng lantaran nekat mengkonsumsi sabu. Di hadapan polisi, Agus mengaku, mengkonsumsi barang haram itu lantaran kerap mengalami sakit kepala.

Kepada awak media Agus mengaku sering merasakan sakit di kepala sejak dua bulan belakangan ini. Namun bukan berobat ke dokter, ia malah terjerembab ke dalam jurang narkoba. Agus  membeli puluhan paket sabu kepada seseorang yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Rupanya, Agus bukan hanya sebagai pengguna semata. Ia juga berperan sebagai pengedar Dugaan ini muncul lantaran polisi berhasil menemukan sebanyak 25 paket sabu siap edar, serta delapan butir pil ekstasi.

Agus diringkus polisi, Senin (11/3) sekira pukul 11.00 wita, di Perumahan Wira Bakti Blok II, Gang Durian, Banjar Dinas Tista, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Ia sempat berusaha menyembunyikan seluruh barang haram itu di kamar mandi rumahnya.

Kepada penyidik, Agus menampik jika dirinya berperan sebagai pengedar. Lagi-lagi ia mengaku jika sabu-sabu seharga Rp 12 juta itu ia beli untuk dikonsumsi sendiri. "Saya beli sama teman, sistem tempel. Ini baru pertama kali, untuk saya pakai sendiri. Baru saya bayar setengah Rp 10 juta," akunya.

Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP I Ketut Suparta mengatakan, pelaku Agus telah menjadi target operasi sejak dua minggu belakangan ini. Saat hendak ditangkap, pelaku Agus sempat membuang sabu-sabu dan beberapa pil ekstasi itu di kamar mandi.

Namun beruntung, aksi pelaku diketahui polisi, sehingga puluhan paket narkoba itu berhasil diamankan sebagai barang bukti. Pihaknya juga berhasil mengamankan empat buah bong (alap hisap sabu,red), tiga buah tabung kaca, satu buah timbangan, serta uang tunai Rp 1,7 juta.

Pihaknya saat ini telah mengantongi ciri-ciri pelaku yang diindikasi telah menyerahkan puluhan paket sabu kepada tersangka Agus. "Pelaku berinisial DW masih kami kejar. Rencananya sabu-sabu ini mau dijual oleh pelaku Agus di wilayah Kota Singaraja. Pemesannya masih kami kembangkan," jelasnya.

Usut punya usut penangkapan Agus rupanya berawal dari penangkapan terhadap seorang pengguna sabu bernama I Made Merta Yasa alias Puyung 54. Pria asal Banjar Dinas Bangah, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng ini merupakan salah satu pegawai kelurahan di Kecamatan Buleleng.

Puyung diciduk di kediamannya, Senin (11/3) sekira pukul 09.00 wita. Saat dilakukan penggeledahan, polisi berhasil menemukan dua paket sabu seberat 0.51 gram brutto, serta satu buah alat hisap sabu. Kepada polisi, tersangka Puyung mengaku membeli barang haram tersebut kepada seorang pengedar bernama Agus sejak tiga bulan terakhir.

Di hadapan awak media, Puyung enggan berkomentar banyak. Namun ia mengaku telah menyesali perbuatannya. "Ya saya salah. Sedikipun saya ngomong tetap saya salah karena saya makai narkoba," singkatnya sembari bergegas meninggalkan awak media.

Tidak  hanya mengamankan Agus dan Puyung, Polisi juga berhasil mengamankan satu pengguna narkoba lainnya, yaitu Ketut Yasa alias Togog.

AKP Suparta menyebutkan, Togog adalah jaringan lain. Pria berusia 39 tahun ini diciduk Senin (11/3) sekira pukul 19.30 wita, di jalan Dusun Rawe, Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Buleleng. Di dalam jeketnya ditemukan satu paket sabu seberat 0.14 gram brutto.

(bx/dik/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia