Selasa, 16 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Vaksin Massal, Sasar 42 Desa Zona Merah

15 Maret 2019, 23: 24: 08 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Vaksin Massal, Sasar 42 Desa Zona Merah

VAKSINASI : Petugas memvaksin anjing peliharaan milik warga di Desa Banjar dalam Pencanangan Vaksinasi Massal. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Pelaksanaan vaksinasi masal mulai digulirkan Jumat (15/3), menyasar 42 desa yang masuk kategori zona merah. Vaksinasi massal ini dilaksanakan hingga 31 April 2019 mendatang.

Khusus di Buleleng, vaksinasi masal melibatkan sebanyak 18 tim. Setiap tim terdiri dari enam petugas yang disebar ke seluruh kecamatan di Buleleng. Tim ditargetkan memvaksin sedikitnya 70 persen atau 74 ribu ekor dari total populasi anjing sebanyak 107.033 ekor di Buleleng.

Pencanangan vaksinasi massal ini diawali dari Desa/Kecamatan Banjar. Pencanangan ini dihadiri Staf Ahli Bupati Made Budi Astawa, Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Distan Buleleng Drh. Wayan Susila, Kabid Pembibitan dan Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali Drh. Ketut Gede Nata Kusuma, dan Camat Banjar Ketut Darmawan, dan aparat Desa Banjar.  

Drh. Wayan Susila mengatakan, ada sejumlah pertimbangan dipilihnya zona merah untuk fokus penanganan kasus rabies. Salah satunya untuk meningkatkan kekebalan kolektif kesehatan anjing dari penularan rabies, sehingga rantai penularan bisa diputus.

“Masyarakat kami harapkan kooperatif untuk ikut serta mengantisipasi penularan rabies. Caranya dengan memvaksin anjingnya secara rutin dan diikat atau dikandangkan sehingga penyebaran bisa diputus,” ujarnya.

Sementara itu Kabid Pembibitan dan Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali Drh. Ketut Gede Nata Kusuma mengatakan, stok VAR untuk Bali masih sangat aman, mencapai 600 ribu. Bahkan cukup untuk memvaksin sebanyak 600 ribu ekor anjing yang ada di Bali.

“Jadi kami berharap Buleleng dan Bali pada umumnya bebas rabies. Posisi zona merah ada di segitiga kasus, yakni perbatasan Buleleng-Karangasem dan Buleleng-Bangli. Yang bebas hanya Denpasar dan Tabanan, sedangkan di Bali total kasus sudah 45 kasus,” ujar Nata.

Sementara itu, Made Sulaba, salah seorang pemilik anjing sangat antusias mendatangi wantilan Desa Banjar untuk memvaksin anjing Ras Bali miliknya. Terlebih anjingnya belum pernah divaksi, tetapi rutin diikat.

“Ya, agak was-was. Makanya saya vaksin saja. Anjingnya sudah diikat terus, biar tidak liar,” singkatnya.

(bx/dik/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia