Senin, 09 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

The Brews Sikap Penolakan dengan ‘Tanpa Mentari’

16 Maret 2019, 12: 30: 56 WIB | editor : I Putu Suyatra

The Brews Sikap Penolakan dengan ‘Tanpa Mentari’

TOLAK: The Brews menyatakan sikap penolakan lewat single terbarunya, ‘Tanpa Mentari’. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Sejumlah  band dan musisi kerap memanfaatkan media musik itu untuk mengungkapkan sekaligus menyuarakan pesan tentang cinta, kedamaian, atau bahkan pernyataan sikap penolakan. Dan tidak terlepas, para musisi yang berdiri kokoh di bawah bendera indie label pun selalu memberi kontribusi baik di tengah lajunya perkembangan industri musik tanah air. 

Hal ini juga yang ingin disampaikan oleh salah satu band indie asal pulau Bali The Brews. Setelah beberapa tahun sempat menghilang dari hiruk-pikuk skena permusikan bawah tanah di Bali, Desember 2018 lalu, The Brews akhirnya mengeluarkan sebuah single dan video musik teranyar yang digarap secara Independent di kanal youtube resmi mereka. Karya tersebut bertajuk ‘Tanpa Mentari’. 
Coplet, salah satu personil dari The Brews band yang sempat diwawancarai koran Bali Express (Jawa Pos Group) beberapa waktu lalu mengungkapkan, jika single ‘Tanpa Mentari’ ini hadir ingin menyampaikan pesan moral kepada para pendengar serta Mengajak untuk turut serta dan memulai aksi nyata di dalam menjaga bumi pertiwi dari tangan-tangan serakah manusia yang terus mengeksploitasi demi kepentingan kelompok tertentu.


Lebih dari itu, single ini juga merupakan suatu pernyataan sikap bahwa band bentukan tahun 1996 tersebut untuk menolak reklamasi teluk Benoa. “Sebagai sebuah band, kami juga mendukung saudara-saudara kami, elemen-elemen masyarakat lain yang menolak dengan tegas, rencana reklamasi teluk Benoa yang dampaknya akan sangat merusak tatanan dan siklus alam di Bali. Sayangi dan Rawat Bumi kita, sebelum kita hidup tanpa mentari. Itu adalah sisipan kalimat dalam lirik single kita,” tegas Coplet.
Sementara itu, terkait kehadiran single tersebut, pria yang mengambil peran sebagai drummer ini mengatakan bahwa karya ‘Tanpa Mentari’ ini merupakan suatu gebrakan awal sekaligus ‘pemanasan’ sebelum  menggarap album atau mini album yang akan segera direkam. “Setidaknya ini sebagai adalah bukti eksistensi The Brews sebagai sebuah band beraliran melodic core punk rock di Bali yang secara khusus dan Indonesia secara umumnya masih turut ikut berkontrobusi memberikan warna baru lewat karya musik,” tutupnya.


Untuk diketahui, The Brews terbentuk pada tanggal 10 Oktober 1996, dengan formasi awal D-Bayu (Bass, Lead Vocals), Cox-D (Lead Guitar), Poe-2 (Rhytm Guitar) dan Coplet (Drums, Backing Vocals). Formasi ini sempat merilis 3 album yang berjudul ‘Melodiccore Never Dies’ di tahun 1999, ‘Stink Young and Useless’ tahun 2000 dan ‘Good Times and Bad Times’ di tahun 2004 silam. Pada tahun 2005 band tersebut sempat vakum dan Coplet akhirnya bergabung ke band Painful by Kisses hingga saat ini. 
Tahun 2008 band ini akhirnya merombak formasi menjadi D-Waz (Lead Guitar, Vocals), Poe-2 (Rhytm Guitar, Vocals), Buntex (Bass,Vocals) dan Coplet (Drums, Vocals). Dan kini dengan formasi terbaru, The Brews sempat mengeluarkan dua single dan satu album, yaitu ‘Little Cat’ (Kompilasi Eazy Records - Jakarta), ‘Life is an Adventure’ (Kompilasi Pukul Rata) dan ‘Refresh Your Brain with Nicotine’, serta full ambum di tahun 2012 bertitel ‘Alcohol and Punk rock’.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia