Senin, 23 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Ular Duwe Pura Tirta Empul Medal, Itu Bertanda Bumi Panas

17 Maret 2019, 18: 41: 11 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ular Duwe Pura Tirta Empul Medal, Itu Bertanda Bumi Panas

TIRTA EMPUL: Mulut ular Duwe muncul di Panglukatan Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR- Seekor ular muncul di tempat panglukatan Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, beberapa waktu lalu. Kemunculannya tepat pada pancuran nomor dua dari arah timur pancuran.

Menurut pemangku Pura Tirta Empul, Jero Dewa Aji Mangku Wenten saat ditemui, Minggu (17/3) ular tersebut memang sering keluar (tedun) ke permukaan. Hal itu bertanda bumi atau kondisi tanah saat ini tengah panas.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group) ia mengaku ular duwe itu berupa ular tanah yang diyakini tidak berbisa. Pasalnya ia sendiri sering menemui ular serupa saat ngayah di pura maupun tengah melukat.

“Itu ular disebut duwe karena keberadaannya di dalam pura, kalau hawa ini sedang panas pasti medal. Kadang saat medal menuju ke kolam tempat melukat itu, nantinya juga akan masuk kembali ke dalam tanah,” terangnya.

Disinggung apakah munculnya ular sebagai pertanda pada alam niskala, Dewa Aji Mangku Wenten mengatakan tidak ada hubungannya. Pasalnya secara kasat mata lokasinya memang ada di pinggir pancuran, lantaran terdapat lubang yang menghubungkan ke dalam tanah. Sehingga dikatakan wajar-wajar saja jika ular yang panjangnya sekitar setengah meter tersebut muncul ke permukaan.

Namun pasca medalnya ular tersebut sekitar dua hari lalu, terjadi sebuah gempa bumi yang berkekuatan 4,6 SR pada Lombok Timur dan dirasakan sampai Pulau Bali Minggu kemarin. Selain berupa ular tanah, dijelaskan juga di sana terdapat duwe yang berupa ikan julit namun munculnya juga tidak bisa dipastikan. “Memang duwe yang ada di sini sering menunjukkan diri, tetapi tidak bisa dipastikan juga kapan waktunya,” imbuh Dewa Aji Mangku.

Meski diketahui terdapat ada ular pada pancuran tersebut di sela-sela batu yang ada, tampak pemedek yang melakukan penglukatan biasa melukat di sana. Selain pemedek yang sengaja untuk melakukan penglukatan dan persembahyangan, para wisawatan domestik dan mancanegara juga memenuhi areal penglukatan bergantian masuk ke dalam kolam.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia