Selasa, 22 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Sampah di TOSS Sente Berasap, Warga Terganggu

17 Maret 2019, 19: 16: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sampah di TOSS Sente Berasap, Warga Terganggu

BERASAP: Kondisi sampah di TOSS Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung , Minggu (17/3). (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA -  Tumpukan sampah di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) di Dusun Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung terus mengeluarkan asap sejak terbakar Kamis (28/2) lalu. Pantauan koran ini, Minggu (17/3), asap mengepul di bagian timur hingga mengganggu warga yang bermukim di sekitarnya. “Bau asapnya tidak seperti kebakaran biasa. Lebih menyengat,” ujar Nengah Suatra, warga Banjar Pasekan, Desa Dawan Kaler, Kecamatan Dawan.

Suatra mengakui, sebelum terjadi kekabaran, asap memang sering mengepul di sana. Terlebih setelah kebakaran semakin sering dan keras asapnya. Setelah kebakaran, hampir setiap hari terlihat mobil tangki air menyiram sampah tersebut. Namun tetap saja asap mengepul. “Api tidak terlihat tapi asapnya keras. Warga di sini sudah biasa,” jelasnya. Hal serupa juga diungkapkan Ni Wayan Narti. Wanita tua yang rumahnya di selatan TOSS itu juga menegaskan asap mengepul sampai ke rumahnya, dan mengganggu aktivitas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung AA Kirana mengakui asap masih mengepul. Atas kondisi itu, pihaknya terus mengerahkan mobil tangki melakukan penyemprotan. Sebanyak 6-7 tangki air ke sana. “Satu tangki itu isinya 6000 liter. Selain menyiram tanaman, petugas kami punya tambahan menyiram sampah, karena perkiraan masih ada api di tengahnya,” ungkap Kirana.

Kebakaran kala itu terjadi akibat akumulasi gas methane yang menimbulkan kobaran api. Selain disiram, Kirana juga menurunkan loader untuk mengeruk sampah biar bara api pada tumpukan sampah bisa ditangani. “Kami sudah lumbih (keruk,Red). Tapi tetap karena terlalu banyak, jadi belum bisa dituntaskan,” sambungnya.

Meskipun asap terus mengepul, dinas setempat masih saja membawa sampah perkotaan ke sana. Setiap hari ada 3-4 truk sampah dibuang di sana. Memang untuk mengurai tumpukan sampah tersebut, pemerintah telah mengolahnya menjadi pelet melalui program TOSS, serta sampah organik diolah menjadi pupuk. Namun karena mesin pengolahan terbatas, sampah pun menumpuk. “Setelah kebakaran, kami sudah bersurat ke gubernur Senin lalu untuk izin membuang sampah di TPA di Bangli. Tapi belum ada respond. Jadi untuk sementara tetap bawa sampah ke Sente,” aku mantan Sekretaris DPRD Klungkung itu.

Bagaimana dengan warga yang terganggu asap? Pejabat asal Desa Paksebali, Kecamatan Dawan itu mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Klungkung untuk periksa kesehatan. “Besok (Senin 18/3, Red) tim akan turun, baik itu periksa kesehatan maupun menangani kembali asap itu,” tandasnya.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia