Selasa, 22 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Politik

PDIP Bali Target 80 Persen Suara untuk Jokowi-Amin

17 Maret 2019, 19: 22: 16 WIB | editor : I Putu Suyatra

PDIP Bali Target 80 Persen Suara untuk Jokowi-Amin

KOSTER: Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA-Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Bali Wayan Koster memasang target raihan suara sebanyak 80 persen untuk pasangan Presiden-Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Koster optimis, pasangan Jokowi-Amin mampu meraup suara jauh mengungguli rivalnya, Prabowo-Sandi untuk di Bali.

Hal itu disampaikan Wayan Koster di sela-sela kunjungannya ke Buleleng, Minggu (17/3) siang. Dari hasil survey, Jokowi-Amin diprediksi unggul di Kabupaten Buleleng, Tabanan, Gianyar, Badung dan Karangasem. Sedangkan tim sukses Jokowi-Amin harus kerja keras di empat kabupaten/kota di Bali. Seperti Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, Bangli dan Klungkung.

“Untuk Bali target kami di Bali 80 persen. Tapi dari pemetaan yang ada berdasarkan survey potensi kami 85 persen.Rata-rata tinggi. Yang bagus Buleleng, Tabanan, Gianyar, Badung, Karangasem. Yang perlu dperkuat itu Denpasar, Jembrana, Bangli dan Klungkung,” ujar Koster.

Pihaknya pun meminta seluruh relawan, tim pemenangan dan kader dari PDIP di Bali solid untuk mengantarkan Jokowi-Amin memimpin Indonesia di periode kedua ini. Bahkan Koster pun mengultimatum kader banteng yang tidak mampu meraih target perolehan suara kemenangan bagi Jokowi-Amin di kabupaten/kota di Bali.

“Sanksi sudah pasti kalau (Jokowi-Amin, Red) di kabupaten/kota targetnya tidak tercapai. Ya jika perolehan suara turun mungkin Ketua DPC PDIP tidak boleh lagi (dicopot, Red) lanjut menjabat,” tegasnya.

Sedangkan terkait pileg, Koster pun mengaku sudah memasang target. Khusus untuk kursi DPR RI, pihaknya menarget agar bisa meraih 5 kursi di Senayan. Pun dengan target anggota DPRD Provinsi dari Dapil Buleleng, pihaknya juga memasang target sebanyak 7 kursi yang lolos ke Provinsi.

Di sisi lain, Koster juga membantah jika internal PDIP Bali saling gontok-gontokan dalam momen Pileg ini. “Ga ada (saling sikut, Red). Sudah saya netralisir. Sesuai intruksi dari DPP PDIP ga boleh saling fitnah, saling jelekin, saling rusak. Jadi harus mendengarkan partai. Tidak boleh konflik, tidak boleh pakai politik uang,” tutupnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia