Senin, 16 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Perangi Hoax, KPU Bali Gelar Lomba Mural

17 Maret 2019, 22: 18: 36 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Perangi Hoax, KPU Bali Gelar Lomba Mural

LOMBA MURAL: 10 tim dari berbagai kelompok tampak antusias mengikuti lomba mural yang diselenggarakan KPU BALI, Minggu siang (17/3). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Lomba mural KPU Provinsi Bali yang melibatkan masyarakat umum berlangsung, Minggu (17/3) di Jalan Gadung, Denpasar. Acara yang hanya berlangsung satu hari tersebut menyedot perhatian warga yang melintas. Tidak jarang pengendara motor berhenti sejenak untuk melihat proses kreatif anak muda Bali.

Di bawah terik matahari, kalangan anak muda sangat antusias berkumpul di halaman belakang SMAN 1 Denpasar. Gede Adi Satya Dharma Putra dan Ketut Arya Bimbi Pangestu Putra, misalnya, dua anak muda yang kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2018 ISI Denpasar tersebut sangat antusias mengikuti lomba yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali.

Mereka adalah tim dari Komunitas Alas Kaki. Kali ini peserta dari Komunitas Alas Kaki muncul menjadi 3 tim berbeda, meskipun mereka berasal dari komunitas yang sama. Mereka adalah 3 tim yang ikut lomba, selain 7 tim lainnya yang hadir siang itu. Selain tim Alas Kaki I, Alas Kaki II, dan Alas Kaki III, terdapat tujuh kelompok lainnya, seperti I Made Sumadiana (tim perseorangan), Mata Mural, Plekeplek, Hell Monk, Wrong Way, Muslimah Kreatif, dan VVIP Crew.

Menurut Gede Adi, 19 tahun,  tema yang diangkat timnya yakni antigolput dengan mengangkat tema wayang. Ia mendapatkan informasi lomba dari sosial media dan juga brosur KPU Bali. Waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan mural tersebut berkisar 6—8 jam. “Kalau cuacanya panas seperti ini, memakan waktu lebih dari 6—8 jam,” tandasnya. Pengeluaran yang dikucurkan dalam perlombaan ini mencapai Rp 1,5 juta untuk timnya. Sampunang Golput Nggih tertulis pada muralnya bernomor urut 10 tersebut.

Pesan yang ingin disampaikan melalui muralnya yakni ajakan untuk tidak golput Selain itu, ia ingin menyampaikan kalau budaya Bali seperti wayang bisa digunakan sebagai media mural bukan hanya yang surealis. Mereka membawakan yang ada unsur Bali serta digabungkan dengan seni yang lebih modern. Namun dia berharap agar pihak penyelenggara menyediakan terpal agar tidak kepanasan saat mengikuti lomba.

I Wayan Gede Budhiarta, selaku Kasubag Teknis dan Hupmas KPU Provinsi Bali mengatakan, tujuan lomba mural tersebut yakni untuk pendidikan pemilih. Selain itu, mengajak masyarakat atau khususnya pemilih pemula untuk datang ke TPS tanggal 17 April 2019.

Ditanyai soal harapan, ia menyebutkan, lomba ini dapat meningkatkan kreativitas seni. Selain itu, juga  sebagai media pendidikan bagi pemilih terutama kepada pemilih pemula, Pemilu damai, lancar tidak ada hoax, sesuai tagline “Pemilih Berdaulat, Negara Kuat.”

Sementara itu, tim juri yang terlibat berasal dari kalangan praktsi, akademis dan anggota KPU Bali. Dalam lomba ini, ada 13 tim yang mendaftar. 10 tim di antaranya lolos dan tiga gugur. Tiga tim yang gugur ini karena satu tim mengundurkan diri dan dua tim tidak lolos seleksi hasil penilaian juri.

(bx/adi/aim/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia