Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Features

Pelemparan “Bom Molotov” di Ubung Kaja Dipicu Dendam Lama

18 Maret 2019, 07: 44: 17 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pelemparan “Bom Molotov” di Ubung Kaja Dipicu Dendam Lama

RESIDIVIS: Jerug, pelaku pembakaran dua motor saat rilis kasus di Mapolresta Denpasar kemarin. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Dendam membara membuat I Made Murdana, 46, alias Jerug kehilangan “akal sehat.” Baru setahun bebas dari penjara, dia “rela” mendekam lagi demi menuntaskan dendam. Jerug adalah pelaku pembakaran dua motor di rumah seorang pecalang, Putu Sunartawan, Jalan Irawan Banjar Liligundi Kelurahan Ubung Kaja, Denpasar pada Kamis dini hari lalu (14/4).

Jerug ditangkap di sebuah kos - kosan di Jalan Baha Mengwi, Badung pada Sabtu  (16/3) pukul 16.30. Yang menarik, Jerug ternyata seorang residivis kasus penusukan. Kasusnya juga berkaitan dengan korban. Kala itu, dia menusuk korban, Sunartawan.

"Pelaku ini residivis kasus penusukan. Dia menusuk korban pada bulan September tahun 2017 dan dilaporkan sampai proses persidangan lalu divonis 4,5 bulan penjara di Lapas Kerobokan. Dan baru bebas pada bulan Januari tahun 2018," ungkap Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan didampingi Kasatreskrim Kompol I Wayan Artha Ariawan di Mapolresta Denpasar, Minggu kemarin (17/3).

Rupanya pelaku menaruh dendam lantaran korban melaporkan kasus penikaman saat itu. Bahkan, pelaku telah merencanakan niatnya untuk membakar rumah korban dengan menyiapkan alat atau bahan sebelum hari Raya Nyepi.

Pelaku membeli bahan bakar premium menggunakan botol plastik di pertamini di Jalan Kebo Iwa Utara. Selanjutnya menyiapkan dua buah botol kaca dan plastik yang ujungnya diberi sumbu lalu disimpan di rumah pelaku. Selanjutnya pada Kamis (14/3) pukul 01.00, pelaku bermain ceki di rumah duka Kerta Semadi Jalan Cargo Denpasar. Lalu pelaku pulang ke rumahnya di Banjar Liligundi Denpasar.

Dalam perjalanan pelaku timbul niat untuk melakukan pembakaran rumah korban. Pelaku sebelumnya sudah menyiapkan bahan atau alat yang akan digunakan. Sesampai di rumah, pelaku langsung mengambil dua buah botol tersebut dan diisi bensin oleh pelaku. Tak berselang lama  pelaku membawa botol tersebut dengan mengendarai sepeda motor bernomor polisi DK 712 UG menuju rumah korban. Sesampai di depan rumah korban, pelaku menyalakan sumbu pada botol kaca dengan menggunakan korek api gas yang sering dibawa oleh pelaku. Dan melemparkannya ke arah sepeda motor yang terparkir di halaman rumah kos korban.

 Namun apinya padam sehingga pelaku menyalakan lagi sumbu pada botol plasik dan melemparkan ke arah yang sama dan menyala. Setelah api menyala besar, pelaku kembali ke rumahnya. "Jadi, motifnya dendam pribadi. Pelaku sakit hati karena kasus penikaman dilaporkan oleh korban membuat dia dipenjara. Dan pelaku melakukannya seorang diri," terangnya.

Sebelumnya saksi penghuni kos rumah tersebut, Rasinem mengira bahwa itu suara kendaraan anak kos. Namun ketika ia melihat keluar dari kaca sepertinya ada sinar terang dari luar di garasi seperti nyala api. Setelah ia keluar dan mengecek ternyata dua unit sepeda motor milik tuan rumah terbakar. Selanjutnya ia berteriak ada kebakaran, hingga pemilik rumah terbangun.

Mereka lalu bersama-sama berusaha memadamkan api. Setelah api padam tuan rumah menemukan pecahan kaca dan sumbu serta bau bensin. Selanjutnya korban melaporkan kejadian itu ke Mapolresta Denpasar dengan nomor laporan polisi LP/303/III/ 2019/Bali/Resta Dps, tertanggal 14 Maret 2019.

Berdasar laporan tersebut, anggota Reskrim mendatangi TKP dan mengumpulkan informasi sekitar TKP, dan mendapatkan informasi bahwa pemilik rumah sebelumnya mempunyai permasalahan dengan seseorang yang bernama Jerug. Selanjutnya petugas menindaklanjuti informasi tersebut. Dan hasil penyelidikan yang lebih mendalam akhirnya berhasil meringkus pelaku. "Mengakui telah melakukan pembakaran di rumah korban, yang dilakukan seorang diri," tutur Ruddi.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit sepeda motor bernomor polisi DK 5803 DT milik Putu Sunartawan yang terbakar pada bagian sadel bagian depan, kabel bodi sepeda motor, tutup accu, lampu sein kanan depan, lampu depan, dek bawah stang motor, angkal sayap depan dan karet pijakan kaki kiri. Sementara sepeda motor DK 3659 DE milik pelapor Ngurah Putu Pratama terbakar pada bagian dek depan sebelah kiri, dashboard sebelah kiri, lampu sein sebelah kiri dan sayap depan sebelah kiri.

Selain itu, pihak kepolisian juga menyita dua buah botol. Masing-masing botol kaca dalam keadaan pecah dengan tutup botol warna biru dari seng bertuliskan Iceland berisi sumbu kain warna merah sebagian terbakar, serta botol plastik dengan tutupnya bertuliskan Yuzu yang berisikan sumbu terbuat dari kain dan keadaan terbakar.

Barang milik pelaku yang diamankan, satu buah botol plastik warna putih digunakan beli bensin, sisa potongan kain yang dipergunakan membuat sumbu, satu buah korek gas, tang dan obeng untuk buat lubang sumbu, satu buah sweeter warna biru, satu buah celana panjang motif loreng, satu buah helm merek INK dan satu unit sepeda motor bernomor polisi palsu DK 712 UG beserta kunci. "Pelaku kami sangkakan Pasal 187 ayat (1) dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun," tegasnya.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia