Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Curi Uang Kotak Amal, Pria Asal Deli Serdang Diamankan

18 Maret 2019, 20: 27: 31 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Curi Uang Kotak Amal, Pria Asal Deli Serdang Diamankan

KOTAK AMAL : Pelaku pencurian kotak amal saat diamankan Polsek Kawasan Laut Benoa (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Unit Reskrim Polsek Kawasan Laut Benoa berhasil mengamankan seorang pria asal Deli Serdang bernama Ali Ibrahim, 27,  yang mencuri uang kotak amal di Masjid Bahari, Pelabuhan Benoa di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Jumat (15/3) pukul 08.00.  Penangkapan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Laut Benoa Kompol Made Sukerti.

Informasi yang dihimpun, Takmir Masjid, Sukandar, 73,melaporkan perihal kehilangan uang di kotak amal ke Mapolsek dengan dengan bukti lapor LP-B / 06/ III/ 2019/ Bali/ Resta Dps/ Polsek Kwsn Laut Benoa, tanggal 15 Maret 2019. Berdasarkan laporan tersebut polisi melakukan penyisiran dan berhasil membekuk pelaku sekitar pukul 22.30 yang saat itu sedang bersembunyi di dalam sebuah kapal dermaga barat.

Menurut keterangan pelapor, saat itu Sukandar hendak masuk ke dalam masjid. Di dalam mesjid ia melihat dua kotak amal dalam keadaan terbuka, dan uang dalam kotak, diperkirakan Rp1,4 juta, raib.

“Saya lihat kotak amal terbuka. Setelah diperiksa, ternyata kuncinya rusak akibat dicongkel. Dan uang amal yang terkumpul dari jamaah masjid selama seminggu hilang,” jelasanya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Benoa Kompol Ni Made Sukerti, Senin (18/3), membenarkan perihal penangkapan tersebut. Menurutnya, pelaku pencurian  adalah seorang ABK.

Saat itu, terangnya, Panit 1 Reskrim Ipda Adhi Waluyo melakukan penyelidikan.  Diketahui, pelaku berada di salah satu kapal yang sandar di Dermaga Barat. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa uang tunai sebesar Rp1,076 juta, obeng warna hijau, pakaian yang digunakan pelaku, dompet dan dua buah kotak amal masjid.

“Saat penangkapan, kami antisipasi juga, supaya pelaku tidak melompat ke laut. Dia bersembunyi di kamat tidur. Motifnya factor ekonomi, karena sekian lama di Benoa, kapal tak kunjung berangkat,”  ucapnya seraya menambahkan, pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

(bx/afi/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia