Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

PAS Indonesia DPD Bali Tuding Angkasa Pura Gagal

18 Maret 2019, 23: 09: 37 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

PAS Indonesia DPD Bali Tuding Angkasa Pura Gagal

GAGAL : Ketua PAS Indonesia DPD Bali Aryanto (tengah) sebut Angkasa Pura gagal dalam fungsi supervisi (AYU AFRIA ULIFA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Viralnya video persekusi dan penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum transportasi binaan bandara terhadap seorang driver transportasi online berinisial EDS, 41, di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, mendapat tanggapan pihak PAS (Perkumpulan Angkutan Sewa) Indonesia DPD Bali.

Ketua PAS Indonesia DPD Bali Aryanto, Senin (18/3), menuding pihak Angkasa Pura lalai dan tidak menjalankan fungsi supervisi dan pembinaan terhadap unit bisnis yang bekerja sama dengan mereka, yakni beberapa transportasi binaannya. "Harusnya Angkasa Pura melakukan pembinaan. Jangan sampai ada konflik, permusuhan yang jelas-jelas menganggu situasi kamtibmas," ungkapnya.

Pihaknya menilai, memang ada upaya terstruktur dari pihak Angkasa Pura dan juga transportasi binaannya untuk memonopoli usaha, dengan melakukan pelarangan terhadap aktivitas transportasi online di bandara.

Secara aturan, Angkasa Pura sebagai operasional, harusnya tunduk terhadap peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118 Tahun 2018 terkait Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus Pasal 3 Ayat a. "Disebutkan bahwa area kerja transportasi online, salah satunya adalah dari dan menuju bandara, pelabuhan, stasiun dan simpul-simpul transportasi lainnya. Sudah jelas bahwa transportasi online memungkinkan menjemput penumpang di wilayah Bandara Ngurah Rai," jelasnya.

Menurut pengamatannya, sejak sebulan terakhir ini intensitasnya kegiatan persekusi dan penganiayaan ini semakin tinggi. Dalam seminggu, setidaknya terjadi empat sampai lima kali konflik. Selain melakukan penganiayaan, puluhan oknum ini juga melakukan persekusi usai memergoki driver transportasi online menjemput tamunya di depan Solaria.

Kasus yang terjadi, Minggu (17/3) pukul 16.24 ini, kemudian dilaporkan ke Polsek Kawasan Bandara dengan bukti lapor STLP-B/06/III/2019/Bali/Resta Dps/Sek Kws Udr. Korban sendiri mengalami sakit di bagian tenggorokan, lebam di lengan kiri, bekas cakaran di lengan kanan dan luka di dagunya.

"Angkasa Pura gagal dalam fungsi supervisi. Ini kejadian ke sekian kalinya. Artinya, Angkasa Pura tidak pernah mau belajar dari pengalaman sebelumnya, sampai berulang-ulang terjadi. Saya sangat menyesalkan pihak Ombudsman karena tak mau bertindakan. Harusnya Ombudsman peka terhadap kejadian yang viral. Bukan malah menunggu laporan masyarakat saja. Kurang responsif dengan apa yang terjadi di masyarakat. Mereka hanya menunggu," ungkapnya kesal.

Oleh karena itu pihaknya berkomitmen kembali mengambil langkah hukum dengan melaporkan pihak Angkasa Pura dan transportasi binaannya terkait aksi tersebut ke KPPU dan Ombudsman. Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Humas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai belum memberikan respon.

(bx/afi/aim/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia