Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Banjir Mengepung, Satu Orang Tewas

19 Maret 2019, 07: 42: 55 WIB | editor : I Putu Suyatra

Banjir Mengepung, Satu Orang Tewas

AIR SELUTUT: Rumah jabatan Bupati Bangli tenggelam usai hujan melanda beberapa jam, Senin (18/3). Banjir terjadi di sejumlah kawasan di seluruh Bali. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR -  Hujan deras yang rata mengguyur wilayah Bali kemarin menimbulkan banjir di sejumlah wilayah. Bahkan, di Denpasar memakan satu korban jiwa. Seorang bocah perempuan, Ibnati Lubna Salsabila Mahbubah, 11, ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Sebelumnya dia terseret arus dan masuk ke gorong-gorong di Jalan Ahmad Yani Utara, Gang Merpati kemarin (18/3).

Informasi yang diperoleh, korban awalnya bersama sang ibu yang berasal dari Bojonegoro dan tinggal di Dalung ini berkunjung ke rumah kerabatnya di sekitar TKP pukul 18.00. Saat memasuki gang lokasi rumah, ada selokan selebar satu meter dengan kedalaman satu meter. Selokan itu tidak tertutup. “Saat itu kondisi sudah banjir karena hujan deras. Selokan itu pun tak terlihat karena terendam banjir,” ujar petugas BPBD Kota Denpasar.

Tiba-tiba saja anak dan ibu itu terpeleset masuk ke got. Sang ibu bisa menyelamatkan diri. Sayangnya, korban Ibnati terlepas dari genggaman ibunya. Tak ayal tubuhnya masuk gorong-gorong dan tersangkut di dalamnya.

Evakuasi dramatis berlangsung sekitar dua jam. Petugas BPBD dibantu Basarnas dan kepolisian serta warga berupaya membongkar gorong-gorong. Akhirnya sekitar pukul 20.30 tadi malam tubuh korban berhasil dievakuasi. Sayangnya, bocah kelas V SD itu sudah meninggal. Jenazahnya pun dibawa ke rumah sakit dengan ambulans BPBD.

 

Banjir juga terjadi di Bangli. Seperti pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), Senin (18/3) siang di Jalan Nusantara, Bangli. Ketinggian air mulanya mencapai pergelangan kaki orang dewasa. Selang beberapa menit kemudian, air kian meninggi hampir selutut orang dewasa.

Rumah Jabatan Bupati Bangli dan empat unit rumah dinas pejabat teras di Bangli turut terbenam air dengan ketinggian mencapai selutut orang dewasa. Tampak sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dibantu petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli menyedot air menggunakan mesin penyedot.

Kepala BPBD Bangli I Wayan Karmawan mengakui dampak hujan deras yang terjadi sejak siang hingga sore, telah menyebabkan sejumlah ruas jalan dan pemukiman rumah warga terkena banjir. Hal ini disebabkan, karena sempitnya saluran drainase yang tidak mampu menampung besarnya volume air hujan. “Selain di pemukiman warga, titik-titik banjir juga terjadi di RJ satu, beberapa rumah dinas pejabat.  Ini disebabkan, karena ada tembok yang jebol di utara RJ sehingga air langsung meluber ke sini (rumah dinas)," jelas Karmawan.

Bahkan air masuk hingga ke pemukiman warga yang rumahnya lebih rendah dari jalan raya. Kurangnya resapan air membuat air begitu cepat menutupi badan jalan. Seperti yang dialami salah satu caleg DPRD Bangli, Dewa Ratno Suparsa Mesi di Kelurahan Kawan, Kota Bangli. 

Rumah politisi PDIP itu terendam hingga satu meter. Besarnya volume air yang terjadi secara tiba-tiba tersebut menyebabkan ada empat rumah warga di sekitar rumah Retno yang terkena imbasnya. "Hujan di persawahan di utara rumah yang numplek ke sini. Ketinggianya satu meter. Tembok rumah saya ambrol, perabotan rumah hingga sama mesin cuci hanyut,” ungkap Ratno.

Pantauan di lokasi, sejumlah pengendara pun nekat menerobos aliran banjir. Dorongan air di jalan yang menurun membuat pengendara hampir jatuh. Salah seorang penjual bakso keliling yang sedang melintas ke arah Penglipuran, tergelincir.

Tak hanya itu, Jalan Kusuma Yudha, Bangli juga dilanda banjir. Air yang meluber ke jalan juga terlihat di simpang Catus Pata Kota Bangli, Jalan Brigjen Ngurah Rai depan Kantor Bupati Bangli hingga depan SMKN 1 Bangli. Beberapa warga juga berusaha membersihkan drainase. "Tumben niki (ini) banyak sampah mampet di sini," ujar salah seorang warga di Jalan Brigjen Ngurah Rai, Nengah Tingen. 

Di Klungkung, hujan mengakibatkan debit air Tukad Unda naik. Terlebih Karangasem sebagai hulunya tukad juga hujan. Naiknya debit air menyebabkan sebuah truk warna hijau terjebak di alur Tukad Unda yang juga eks galian C wilayah Desa Tangkas, Klungkung. Truk bisa dievakuasi setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung menurunkan loader menarik truk tersebut dibantu warga.

Kepala BPBD Klungkung I Putu Widiada mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan ada truk terjebak di sungai sekitar pukul 16.30. Tak diketahui sopir truk tersebut. Yang pasti, berdasarkan informasi warga sekitarnya, Widiada menuturkan sopir truk terlebih dulu menyelamatkan diri sebelum air sungai hampir menghanyutkan truknya. "Katanya sopir sudah selamatkam diri. Jadi kami fokus tarik truknya," jelas dia.

Ia pun mengimbau masyarakat lebih waspada beraktivitas di sungai saat musim hujan.

Widiada mengaku tak tahu penyebab truk itu berada di sana. Namun informasi yang beredar, truk ke sana mengambil pasir. Padahal pengambilan pasir telah dilarang. "Yang jelas truknya ada di sana. Tidak tahu kenapa bisa ke sana," jelas Widiada.

Sementara di Karangasem, hujan mengakibatkan banjir bandang di wilayah Desa Tulamben, Kecamatan Kubu. Kejadian itu mengganggu arus lalu lintas di jalur utama Kubu. Sebab banjir melintasi jalan raya. Warga tak berani lewat selama banjir. "Lokasi banjir bandang itu merupakan jalan pintasan air. Saat musim kering menjadi jalan biasa yang dipakai jalan utama. Sedangkan saat musim hujan menjadi jalan pintasan air.  Harus menunggu berjam-jam baru surut dan bisa dilewati," terang Arimbawa.

Kondisi itu diakuinya sudah berlangsung lama. Namun belum ada solusi dari pemerintah pusat karena jalan tersebut statusnya jalan nasional. "Saya dari 1998 sudah lewat di sana. Memang sudah begitu. Kalau hujan deras, harus menunggu surut," ungkap pejabat asal Buleleng itu. Selain di Tulamben, kondisi serupa juga terjadi di wilayah Desa Seraya, Kecamatan Karangasem. Bahkan lebih dari dua titik. Dan sempet menelan korban jiwa sekitar tiga lalu. Korban yang seorang guru terbawa arus sungai saat melintas. "Kalau yang di Seraya itu status jalan provinsi," tandasnya.

Di Jembrana, hujan deras yang mengguyur selama 2 jam lebih pada Senin sore (18/3) kemarin membuat sejumlah kawasan kembali tergenang. Kawasan yang tergenang banjir ini merupakan wilayah langganan banjir. Tingginya debit air juga membuat sejumlah ruas jalan dikawasan perkotaan terendam sehingga sulit dilalui oleh para pemotor. Selain tidak optimalnya fungsi saluran drainase, juga penyebab banjir setiap terjadi hujan deras adalah semakin hilangnya resapan diwilayah perkotaan.

Dari pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) sore kemarin, tingginya curah hujan mengakibatkan debit air meningkat sehingga sejumlah kawasan pun kembali terdampak luapan air. Banjir hingga Senin petang masing menggenangi sejumlah kawasan diwilayah kota Negara baik di Kecamatan Negara maupun Kecamatan Jembrana. Seperti yang terjadi dikawasan Civic Center Pecangakan Jembrana. Luapan air menggenangi seluruh areal Taman Pecangakan didepan Kantor Bupati Jembrana. Pemandangan taman dipusat pemerintahan Kabupaten Jembrana ini pun tampak seperti kanal penampung air.

Begitupula di Jalan Surapati Jembrana hingga Jalan Jendral. Selain itu, banjir juga menggenangi kawasan permukiman seperti di perumahan di Jalan WR. Supratman, Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Jembrana dan kawasan Perumnas, Kelurahan Baler-Bale Agung, Negara. Sementara Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Jembrana, I Wayan Darwin mengatakan selain ketidakmampuan saluran drainase untuk menampung tingginya debit air, luapan dan genangan ini juga disebabkan semakin berkurangnya saluran resapan diwilayah perkotaan. “Memang kalau kami lihat dulu kan ada saluran-saluran kecil, itu yang mengalirkan air hujan, tapi saluran-saluran itu sekarang banyak ditutup sehingga otomatis air meluap. Sekarang kami antisipasi dengan kesiapsiagaan petugas terutama dikota. Apalagi sekarang curah hujannya cukup tinggi sedangkan debit air tidak konstan,” tandasnya.

(bx/afi/aka/tor/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia