Rabu, 24 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Perbekel Sebatu Meninggal Mendadak, Penyebabnya Pembuluh Darah Pecah

19 Maret 2019, 16: 26: 25 WIB | editor : I Putu Suyatra

Perbekel Sebatu Meninggal Mendadak, Penyebabnya Pembuluh Darah Pecah

PERBEKEL : Anak pertama Perbekel Desa Sebatu, Tegallalang, Agus Wiraguna menunjukkan foto ayahnya semasih hidup saat ditemui rumah duka, Selasa (19/3). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR  - Belum ada setahun menjabat pada periodenya kedua Perbekel Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, I Wayan Pasek Yusabawa dinyatakan meninggal dunia di RS Sanjiwani, Selasa subuh (19/3) pukul 00.15. Berdasarkan rekaman medis, almarhum dinyatakan meninggal dunia lantaran pecahnya pembuluh darah yang ada pada areal kepalanya. Hal itu diungkapkan oleh anak pertamanya, Putu Agus Wiraguna.

Saat Bali Express (Jawa Pos Group) mendatangi rumah duka, tampak sanak keluarganya berkumpul dan beberapa teman almarhum berdatangan melayat. Agus Wiraguna menjelaskan berawal sejak tiga hari yang lalu sebelum ayahnya meninggal dunia, sudah mengaku merasakan sakit di kepala. Karena masih ditahannya sehingga ditunda terus dan tidak jadi dibawa ke dokter. “Sudah tiga hari yang lalu sempat bilang sakit kepala tapi tertunda terus dibawa kedokter karena kegiatannya padat. Selain itu kemarin juga beraktivitas seperti biasa, dan tidak pernah terpikrikan seperti ini karena memang tidak memiliki riwayat sakit apapun,” paparnya.

Pada Senin (18/3) almarhum beraktivitas seperti biasanya, berawal dari berangkat ke Kantor Desa menggunakan sepeda motor.  Kemudian mengikuti rapat di Balai Budaya Gianyar, datangnya kembali pukul 15.00. Setalah itu dikatakan sempat pulang ganti pakaian dan melanjutkan untuk sosialisasi di desa setempat pada pukul 17.00 hingga pukul 18.30.

“Saat itu kebetulan saya ada keluar rumah sama ibu. Tetapi menurut nenek yang ada di rumah mengatakan pulang dari sosialisasi di desa almarhum ke dapur untuk mengambilkan makan untuk anjing. Bersamaan itu juga mungkin sudah pusing lalu duduk sempat meminta minyak urut. Sempat diisi minyak kepalanya, pas saat mau bangun itu langsung pingsan. Kemudian langsung dibawa ke Puskesmas 1 Tegallalang, nafasnya sudah kayak cegukkan dan dirujuk langsung ke RS Sanjiwani. Tapi pada pukul 00.15 dinyatakan meninggal dunia,” papar Wiraguna.

Dalam kesempatan tersebut dijelaskan juga almarhum telah dua kali terpilih menjadi Perbekel Desa Sebatu. Begitu juga dengan kesehariannya, dijelaskan sangat rajin berolahraga. Pagi hari sebelum ke kantor sering jalan-jalan dan sorenya bersepeda. Sehingga satupun keluarganya yang  tidak menyangka almarhum akan meninggal secara mendadak seperti itu.

“Sampainya di RS Sanjiwani sudah ada penanganan, sedangkan penyebab meninggalnya itu karena pembuluh darahnya pecah dari tensi tinggi. Sedangkan untuk pelaksanaan ke setranya kita masih menunggu keputusan di banjar. Biasanya setelah Karya di Pura Agung Besakih baru akan diupacarai, entah diaben atau bagaimana belum ada keputusan,” paparnya.

Wiraguna juga menjelaskan almarhum meninggal di usianya ke- 55 tahun, dengan meninggalkan seorang istri, dua anak, dan lima cucunya. Selain itu sebelum menjadi Perbekel, almarhum adalah seorang PNS di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Gianyar. Beberapa organisasi juga diikuti salah satunya menjadi sekretaris di Pasemetonan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kecamatan Tegallalang.

Sedangkan saat ditemui di Kantor Perbekel Desa Sebatu, Plt Sekdes Sebatu, Kadek Dwi Juni Lestari mengaku sangat kaget dengan meninggalnya Perbekel yang dikenalnya sangat ramah tersebut. Bahkan beberapa program kerja yang dikerjakan selama ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam pengadaan air minum.

“Padahal kemarin sempat ke sini paginya, dan ditinggal ke Gianyar. Pulangnya juga sempat ke sini juga pukul 15.00 itu, dan kembali sosialisasi dengan penyaluran air minum ke banjar-banjar.  Sedangkan tadi pagi saya buka group whatapss sangat kaget dibilang keadaannya seperti ini,” imbuhnya.

Disinggung terkait kepengurusan di desa saat ini, pihaknya akan masih melapor ke Kecamatan dan Kabupaten untuk ditindaklanjuti. Sehingga dapat dicarikan Pejabat Sementara sebelum dilakukan pemilihan Perbekel kembali. Namun untuk administrasi semenatra ini, Juni Lestari mengaku ia sendiri yang mempertanggungjawabkan dengan ketentuan dan batasan yang berlaku.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia