Senin, 23 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Geng Rusia Rampok Money Changer, Satu Ditembak Mati, Empat Buron

20 Maret 2019, 07: 09: 23 WIB | editor : I Putu Suyatra

Geng Rusia Rampok Money Changer, Satu Ditembak Mati, Empat Buron

DI-POLICE LINE: TKP perampokan money changer di wilayah Kuta Selatan usai kejadian kemarin siang. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Nampaknya, makin banyak saja warga negara asing (WNA) yang terlibat aksi kejahatan di Bali. Bahkan, kali ini komplotan Rusia nekat merampok sebuah money changer di Tanjung Benoa, kemarin dini hari (19/3).

 

Kerja keras tim gabungan Polresta Denpasar dan Polda Bali patut diacungi jempol. Lantaran dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, pelaku perampokan di kantor PT. Bali Maspin Tjinra money changer yang terletak di Jalan Pratama nomor 36 XY Banjar Terora Kelurahan Tanjung Benoa berhasil diungkap. Para pelaku adalah warga negara asing berkebangsaan Rusia. Tiga orang berhasil diringkus, sementara 4 pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

"Satu ditembak mati, satu masih kritis dan satu dalam kondisi aman. Mereka terpaksa ditembak karena berusaha melawan petugas saat disergap," ungkap seorang sumber kepolisian kemarin.

Rupanya, para pelaku ini juga merupakan pelaku perampokan money changer di Jalan Nakula Kuta beberapa bulan lalu. Mereka disergap di sebuah kos-kosan dekat kampus Politeknik Udayana Jimbaran. "Ada banyak orang. Saat disergap, ada yang berhasil kabur," tuturnya.

Informasi yang berhasil dihimpun para pelaku ini diduga lebih dari lima orang melakukan aksinya dengan masuk melalui pintu bagian belakang TKP. Kemudian mendobrak pintu dan langsung melumpuhkan tiga orang karyawan dengan cara memukul dan menodongkan pisau. Ketiga karyawan itu adalah Mohammad Sandriadi, Gedi Kurniawan, dan Abdul Karim.

Dari pengakuan Mohammad Sandriadi saat kejadian pada Selasa (19/3) sekitar pukul 00.30, ia sedang bermain handphone dan duduk di belakang sebelah pintu. Tiba-tiba ada beberapa orang tidak dikenal masuk lewat pintu belakang dengan cara mendorong pintu. Lalu memukul dirinya pada bagian wajah sebanyak satu kali hingga mengalami luka di bagian pipi sebelah kanan. Kemudian dua orang pelaku lainnya menyerang Gedi dan Abdul Karim.

Abdul Haris Karim selaku satpam money changer itu mengaku, saat hendak rebahan di kursi kantor karena sedang tidak enak badan, sekelebat ia melihat ada orang masuk ke dalam kantor dan langsung memukulnya hingga pingsan. Pipi kanannya pun retak oleh pukulan pelaku. Sedangkan Gedi Kurniawan mengalami luka di punggung sebelah kiri, kepala bagian belakang, pelipis sebelah kanan dan atas mata kanan.

“Ketiganya pingsan dan mengaku tidak tahu apa yang terjadi. Saat siuman mereka mengaku dalam kondisi diikat menggunakan tali nilon dan mulutnya dilakban," kata sumber.

Setelah melumpuhkan karyawan dan sekuriti, pelaku mengikat mereka menggunakan tali dan melakban semua karyawan dan dimasukkan ke kamar belakang. Ketika sadar, para karyawan yang disekap di tempat berbeda ini juga melihat keadaan money changer sudah berantakan. Setelah berhasil melepas ikatan, mereka bertiga lalu mengecek barang dan melihat brankas milik money changer sudah hilang. Ketiga karyawan tersebut kemudian menghubungi pemilik money changer yang selanjutnya melapor ke kantor polisi. Diduga pelaku lebih dari lima orang saat itu memakai jaket warna hijau, celana panjang jins, memakai topeng, membawa pisau dan membawa linggis.

"Setelah para pelaku menggasak uang dan pergi baru saudara Gedi lari minta bantuan kepada karyawan Pepito atas nama Putu Widiarta. Saudara Gedi dibantu oleh Putu Widiarta untuk membuka lakban sama ikatan tangannya. Setelah itu baru korban melaporkan ke Polsek Kuta Selatan," beber sumber.

Para pelaku berhasil mengambil uang dalam brankas diperkiran sekitar Rp 900 juta dan valas asing kurang lebih USD 5.600 USD. Sementara barang-barang yang ditemukan di TKP diduga milik para pelaku, yaitu lakban warna hitam yang dipakai menyumpal mulut korban, tali tambang warna biru untuk mengikat korban dan satu buah magazen SS1 berisi peluru.

Saat dikonfirmasi, Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan hanya menjawab singkat jika kasusnya masih dalam penyelidikan. "Sabar ya nanti saya info kembali karena masih penyelidikan," ucapnya saat ditemui di Lapangan Bajra Sandi Renon, Denpasar.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia