Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Nadia Karina Wijaya Putri Indonesia Favorit Tahun 2019

20 Maret 2019, 09: 07: 41 WIB | editor : I Putu Suyatra

Nadia Karina Wijaya Putri Indonesia Favorit Tahun 2019

BANGUN: Nadia siap turut membangun Bali, khususnya membantu anak – anak untuk bisa mewujudkan cita – citanya. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Sosok Frederika Alexis Cull sekaligus wakil Provinsi DKI Jakarta 1 keluar sebagai juara di malam final Pemilihan Puteri Indonesia 2019, Jumat lalu (8/3). Setelah menyisihkan 39 kontestan lainnya dari 34 provinsi, akhirnya Frederika Alexis Cull dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2019. Gelar Runner Up 1 di raih oleh Jolene Marie Cholock Rotinsulu dari Sulawesi Utara. Dan Runner Up 2 Puteri Indonesia 2019 adalah Jesica Fitriana Martasari perwakilan Jawa Barat. Ia akan mewakili Indonesia di ajang Miss Supranational 2019 sekaligus menjadi Puteri Indonesia Pariwisata. 


Sementara itu, Putri Indonesia wakil Bali yaitu Nadia Karina Wijaya cukup puas dan berhasil meraih prestasi Puteri Indonesia favorit social media Bali, NTB dan NTT. Terkait pencapaiannya itu, Nadia yang akrab disapa ini merasakan jika persaingan para Puteri Indonesia tahun 2019 ini sangatlah ketat. Hingga Ia pun harus tersisih dari para pesaingnya. “Saya mohon maaf belum bisa meraih prestasi maksimal,” kata Nadia beberapa wakru lalu.


Sementara itu, menurut Kanoraituha Wiwin dari Wisurya event, pemegang lisensi Puteri Indonesia Bali mengatakan bahwa, sosok Nadia sudah bekerja keras agar bisa memberikan yang terbaik untuk Bali. Menurutnya, Nadia sudah memperlihatkan usaha yang sangat besar untuk bisa berkompetisi di ajang Nasional ini. “Dari seorang senior consultant dan tidak mempunyai basic catwalk, dia berhasil memancing perhatian Dewan Juri dan berhasil menjadi Puteri Bali 2019,” tutur Wiwin.


Selain persaingan tahun ini yang cukup ketat, ada juga beberapa faktor lain yang membuat Nadia belum bisa menjadi yang terbaik. Salah satunya sulitnya untuk menghindari faktor subjektivitas. “Nadia secara umum saya kira bisa bersaing terutama dalam brain, dia adalah lulusan S2 termuda di Rotterdam Belanda. Namun Nadia bukan berasal dari dunia model, mungkin cara jalannya masih sedikit perlu di boosting, tapi saya kira untuk memoles hal seperti ini lebih gampang dari pada mengubah otak atau ilmu pengetahuan,” bebernya.


Lulusan S2 Universitas Belanda ini menambahkan, ia bersedia dan siap untuk turut serta membangun Bali sesuai bidang yang ia miliki dan juga visi misinya. Dia melihat banyak anak-anak di Indonesia yang memiliki cita-cita besar tapi pintu untuk mereka belum terbuka karena akses pendidikan yang masih terbatas. “Saya  ingin mengajak semua pihak saling terhubung, bekerja bersama-sama untuk membantu membukakan pintu kesempatan bagi setiap anak mewujudkan apa yang mereka cita-citakan.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia