Senin, 23 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Wisata Alam Oke di Leke – Leke, Silakan Coba

20 Maret 2019, 09: 12: 44 WIB | editor : I Putu Suyatra

Wisata Alam Oke di Leke – Leke, Silakan Coba

LENGKAP: Beragam aktivitas wisata alam, bahkan beragam paket wisata yang menantang ada di Leke – Leke Adventure. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPORESS, TABANAN - Wisata alam dengan beragam jenis atraksi bisa menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali, hal ini karena Pulau Bali tidak saja dikenal dengan keindahan pantainya, namun juga miliki alam yang asri dan menyenangkan untuk dijelajahi.

Salah satu wisata alam oke (jempolan alias bagus) yang menawarkan pengalaman untuk menjelajahi alam terbuka dan melihat kehidupan masyarakat pedesaan adalah Leke-Leke Adventure yang berlokasi di Jalan Swadaya Antapan, Banjar Mekar Sari, Baturiti Tabanan, Leke-Leke Adventure ini mampu memberikan pengalaman untuk menjelajahi alam pedesaan di Desa Mekar Sari. 

Nyoman Sukania, Owner Leke-Leke Adventure, mengatakan Desa Mekarsari Kecamatan Baturiti saat ini tidak saja dikenal dengan keberadaan air terjunnya saja, namun kawasan ini saat ini sudah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam. “Khususnya bagi wisatawan asing yang berlibur ke Bali, rata-rata wisatawan asal Eropa dan Australia,” jelasnya.

Aktivitas wisata alam yang ditawarkan di Leke-Leke Adventure ini, cukup lengkap, mulai dari river Tubing, Swing Leke-Leke, cycling and trekking untuk menyusuri alam pedesaan yang masih hijau dan asri. Selain itu, Leke-Leke Adventure dikatakan Sukania juga menawarkan satu aktivtias wisata yang saat ini sedang menjadi trend di industry pariwisata Bali, yakni berkemah/camping di alam terbuka.  

Jika memilih untuk menikmati aktivitas trekking, pengunjung akan diajak untuk menyusuri areal perbukitan yang ada di hulu sungau Yeh Penet. Adapun trek yang dilewati untuk tracking dari pos pertama, peserta akan berjalan melewati jalan desa, kemudian mampir ke rumah tradisional Bali, lalu berjalan lagi melewati area persawahan.

Setelah menyusuri sawah, mulailah trakck yang agak sedikit sulit, bukit-bukit dan semak-semak yang terjal. “Di sini peserta disediakan tongkat untuk tumpuan, setelah menemukan post dua, barulah peserta bersiap menyusuri sungai yang biasa digunkakan untuk tubing,” lanjutnya.

Selanjutnya dari pos dua atau garis finis tubing ini, wisatawan akan diajak untuk menyusuri aliran Sungai Yeh Penet dengan berjalan kaki di pinggir sungai untuk menuju air terjun. Dalam perjalanan ini, wisatawan tidak saja bisa menikmati pemandangan hutan yang hijau, namun juga bisa melihat beragam jenis tanaman langka khas Bali yang saat ini mulai punah.

Bagi yang penggemar trekking, di jalur inilah dikatakan Sukania kemampuan trekking-nya akan diuji, karena jalur menuju air terjun ini sangat basah dengan medan yang curam. “Sehingga peserta akan diajak untuk sedikit mendaki perbukitan dan melalui jalan turunan yang cukup tajam, disinilah kemampuan trekking peserta diuji,” ungkapnya.

Setelah menyusuri medan yang cukup terjal sekitar 800 meter, peserta akan tiba di pos empat, di pos ini peserta akan dipersilakan untuk beristirahat sambil menikmati teh rempah khas Tabanan dengan ditemai talas rebis ataupun singkong rebus.

Setelah mengisi perut, perjalanan dilanjutkan. Sekitar 100 meter menanjak, mulai terdengar sedikit gemercik air, pertanda akan sampai di tempat tujuan. "Setelah beberapa langkah terakhir, akhirnya air terjun setinggi 30 meter tampak. Terlihat tiga titik air terjun. Dua besar dan satu lagi kecil. Di sana peserta boleh mandi-mandi, berenang, dan foto-foto," ungkapnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia