Rabu, 24 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Diterjang Angin Kencang, Sepuluh Bangunan di Tukadmungga Porak Poranda

20 Maret 2019, 20: 00: 23 WIB | editor : I Putu Suyatra

Diterjang Angin Kencang, Sepuluh Bangunan di Tukadmungga Porak Poranda

RUSAK: Salah satu rumah yang rusak akibat diterjang angin kencang. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Sepuluh unit bangunan di Banjar Dharma Yasa, Desa Tukadmungga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng porak poranda diterjang angin kencang pada Rabu (20/3) sekira pukul 04.30 Wita pagi. Rinciannya, delapan unit rumah dan dua warung rusak. Beruntung bencana di pagi buta itu tak menimbulkan korban jiwa.

Sepuluh rumah warga yang hancur tersebut yakni milik Gede Sumenten, Gusti Gede Satu Yasa, Ketut Jiwa, Ketut Suryasa, Ketut Tirta, Made Buda Artana, Nyoman Pasek, Ketut Kerti dan Komang Suardana. Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap

Salah seorang pemilik rumah, Jero Ketut Suryasa, 47 menuturkan saat peristiwa itu terjadi, dirinya tengah tertidur pulas. Namun tiba-tiba terbangun lantaran mendengar adanya suara gemuruh yang ditimbulkan oleh angin kencang di luar.

Suryasa langung keluar rumah untuk melakukan pengecekan. Benar saja ia melihat angin dengan kondisi berputar-putar, menerjang atap warung milik iparnya, Setiawati. Selang beberapa detik, angin pun mengarah ke atap rumahnya.

Akibatnya, ratusan genteng mengalami kerusakan Suryasa mengalami kerugian mencapai Rp 4 juta. "Banyak genteng yang rusak, kira-kira ada 200 biji. Air hujan sempat masuk ke dalam rumah. Pagi-pagi langsung saya perbaiki dibantu warga sekitar, takutnya ada hujan lagi," ungkapnya.

Kelian Banjar Dharma Yasa, Ketut Maspada menyebutkan ada delapan rumah dan dua unit warung di wilayahnya yang mengalami kerusakkan sedang akibat disapu angin kencang. Terkait kerugian, dikatakan Maspada masih dalam proses penghitungan.

"Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Perbekel dan akan segera ditindaklanjuti. Kerugiannya sih belum dapat disimpulkan. Karena begitu rusak, paginya langsung diperbaiki oleh warga karena takut sorenya ada hujan lagi," tutupnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Ida Bagus Suadnyana mengimbau kepada seluruh masyarakat Bumi Panji Sakti agar waspada. Mengingat, angin kencang diprediksi akan terjadi hingga pada pertengahan bulan April. Suadnyana pun menyebut, angin kencang ini terjadi akibat pengalihan musim dari hujan ke musim kering.

Menurutnya BMKG sudah secara resmi menginformasikan bahwa Bali sampai pertengahan bulan April kena zona muson. Pada bulan Mei baru lah Bali seluruhnya memasuki musim kering. Sehingga angin kencang yang terjadi saat ini merupakan akibat dari pengalihan musim dari basah ke kering.

“Masyarakat diharapkan waspada dan berhati-hati, sebab dikhawatirkan akan terjadi pohon tumbang dan tanah longsor," singkatnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia