Minggu, 21 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Mau Ditebang, Ini Permintaan Penghuni Pohon di Areal DPRD Buleleng

20 Maret 2019, 20: 09: 46 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mau Ditebang, Ini Permintaan Penghuni Pohon di Areal DPRD Buleleng

MEPIUNING: Jro Tapakan Adnyana mepiuning sebelum pohon karet tua di areal kantor DPRD Buleleng ditebang. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA -Dua pohon keramat berusia 18 tahun yang tumbuh subur di areal parkir barat Kantor DPRD buleleng segera akan ditebang. Rencana penebangan terhadap pohon keramat setinggi 45 meter itu dilakukan lantaran kekhawatiran bila pohon berdiameter sekitar 2 meter itu tumbang. Bahkan, akar ranting pohon karet itupun cukup mengganggu bangunan kantor DPRD Buleleng.

Sebelum ditebang, pihak DPRD Buleleng pun sempat mengundang tokoh spiritual. Beliau adalah Jro Tapakan Adnyana. Bahkan, pada Rabu (20/3) bertepatan dengan Purnama Sasih Kedasa, Jro Tapakan Adnyana sempat ngaturang piuning serta memotong secara simbolis pohon tua keramat tersebut.

Dari hasil penerawangannya terungkap ada penghuni di pohon yang menjulang tersebut. Konon yang menghuni di dua pohon itu lanang istri (suami istri, red). Yang lanang disebut-sebut meparab (bernama, Red) Ratu Gede Poleng. Sedangkan istrinya yang menghuni pohon karet di sebelah utara meparab Ratu Mas Manik.

“Beberapa waktu lalu, tiang sempat berkomunikasi dengan beliau. Saat beliau tedun (turun, red) beliau mengijinkan untuk ditebang pohonnya. Namun beliau meminta agar dibuatkan pelinggih untuk stana Ratu Gede Poleng. Sedangkan yang istri melinggih di sebelah utara bernama Ratu Manik Mas,” ujar Adnyana.

Jro Tapakan Adnyana menambahkan aura pohon karet ini memang luar biasa. Bahkan dari hasil penerawangannya, Ratu Gede Poleng sudah mengijinkan kapan saja pohon karet akan ditebang. “Sudah diijinkan. Beliau sudah membukakan pintu. Apakah mau besok, kapan saja boleh. Tetapi saat nebang wajib menghidupkan dupa,” akunya.

Sementara itu Sekretaris DPRD Buleleng, Dewa Ketut Manuaba membenarkan rencana penebangan pohon tua berukuran raksasa tersebut. Meski selama ini belum ada yang berani melakukan penebangan terhadap pohon dikenal keramat itu. 

Sekwan Manuaba menjelaskan, pohon tua jenis karet telah berusia sekitar 18 tahun itu segera akan ditebang lantaran ranting yang tumbuh menjulang tinggi sudah mengenai atap bangunan kantor. Tak hanya itu, akar pohon merambat dikhawirkan merusak pondasi bangunan gedung DPRD Buleleng.

"Kami mengutamakan sisi keselamatan, mengingat usia pohon tua dan ukurannya sudah besar sekali. Secara fisik cukup membahayakan sehingga kami akan segera melakukan penebangan," kata Sekwan Manuaba, Rabu (20/3).

Imbuh Sekwan Manuaba, sebelum pohon tua ditebang, pihaknya menggelar ritual terlebih dahulu, lantaran keberadaan pohon kayu besar itu diketahui memiliki aura mistis. Nah, menurut petunjuk salah seorang tokoh spiritual, pihak DPRD diwajibkan mendirikan pelinggih sebelum pohon tua ditebang. 

“Ya, pohon karet itu ada penghuninya. Kami ketahui dari hasil komunikasi secara niskala oleh Jero Tapakan Ayu Amerthasari. Dua pohon karet ini merupakan sepasang suami istri. Suaminya sebelah selatan bernama Ratu Gede Poleng, sedangkan istrinya di sebelah utara bernama Ratu Mas Manik," tutupnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia