Senin, 22 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Meski Ada Imbauan PHDI, Kamar Jenazah BRSU Tabanan Tetap Overload

20 Maret 2019, 22: 11: 50 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Meski Ada Imbauan PHDI, Kamar Jenazah BRSU Tabanan Tetap Overload

KAMAR JENAZAH : Suasana ruang jenazah BRSU Tabanan, Rabu (20/3). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, TABANAN - Kendati PHDI telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat segera mengambil jenazah sanak saudara yang dititipkan di ruang jenazah di sejumlah rumah sakit, nyatanya ruang jenazah di BRSU Tabanan masih overload. Dari kapasitas 20 jenazah yang bisa ditampung, saat ini kamar jenasah  BRSU Tabanan terdapat 23 jenazah yang masih dititipkan masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan Kasubbid Rawat Darurat dan Tindakan Medis BRSUD Tabanan, dr. Anak Agung Ngurah Putra Wiradana, Rabu (20/3). Menurutnya, meskipun ruang jenazah BRSU Tabanan sudah overload, pihaknya masih bisa menangani penitipan jenazah, bahkan tidak sampai diletakkan di luar ruangan. "Kami masih bisa menampung jenazah, tidak sampai keluar ruangan," ungkapnya.

Ia menyebutkan, dari 23 jenazah, 12 jenazah di antaranya ini disimpan di frezer, sedangkan 11 jenazah diletakkan di luar frezer. Dari jumlah tersebut, 3 jenazah disimpan dalam peti dan 9 di atas brankar.  Dua jenazah dititip hanya beberapa hari, sementara sisanya dititip hingga karya di Pura Besakih usai.

Lebih lanjut, jelasnya,  saat ini BRSU Tabanan memiliki enam frezer. Satu freezer idealnya diisi satu jenazah.  Karena kondisi mendesak, maka satu frezer diisi dua jenazah. Sementara yang di luar frezer, diawetkan dengan menggunakan formalin.

Sementara itu, salah seorang keluarga yang menitipkan jenazah di BRSU Tabanan, I Made Suardana mengatakan, ia terpaksa menitipkan jenazah ibunya karena, Rabu (20/3),  bertepatan dengan Hari Purnama Kedasa dan sedang ada upacara di desanya. Menurut rencana, jenazah ibunya akan diambil, Minggu (24/3), untuk melaksanakan upacara Mekingsan di Geni.

"Saya titip jenazah ibu saya karena pas Purnama Kedasa ada upacara di desa, dan kondisi jenazah ibu saya ada luka sehingga lebih baik dititip untuk sementara waktu," ungkapnya. 

Meskipun demikian, pihaknya tetap  mengikuti imbaun PHDI untuk melakukan prosesi upacara Mekingsan di Geni.  "Tata caranya tetap mengikuti aturan PHDI, tetapi untuk penitipan jenazah tidak sampai menunggu karya di Besakih selesai," tandas pria warga Banjar Antap Delod Sema, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan tersebut.

(bx/ras/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia