Senin, 22 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kelompok Rusia Diduga Pelaku Perampasan Senjata Brimob di Ayana

21 Maret 2019, 07: 38: 36 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kelompok Rusia Diduga Pelaku Perampasan Senjata Brimob di Ayana

DITEMBAK: Dua dari empat pelaku perampokan asal Rusia saat rilis kasus di Mapolresta Denpasar kemarin. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kasus perampokan sejumlah ATM bank dan money changer di wilayah Kuta dan Kuta Selatan diduga kuat didalangi kelompok penjahat asal Rusia. Tiga dari empat pelaku berhasil ditangkap.

Salah satu kasus menonjol dan lama tak terungkap adalah perampasan senjata anggota Brimob di Ayana Resort and Spa Jimbaran pada 8 Agustus 2017 lalu. Dan dipastikan, pelaku adalah Selasa lalu (19/30 berhasil dibekuk. Para tersangka diketahui bernama Alexei Korrotkikh, 44, Georgii Zhukov, 40, dan Robert Haupt, 42. Tersangka Alexei ditembak mati saat penyergapan. Dipastikan, DPO alias buron dalam kasus ini hanya satu orang, setelah sebelumnya sempat dikabarkan ada empat buronan.

Para perampok ini ditangkap hanya dua jam usai melakukan perampokan di kantor PT Bali Maspin Tjinra Money Changer, Jalan Pratama nomor 36 XY Banjar Terora Kelurahan Tanjung Benoa pada Selasa dini hari (19/3).

Dari keterangan sumber di lapangan, kelompok perampok inilah yang mendalangi semua tindak kejahatan perampokan di beberapa ATM bank, dan money changer. Pasalnya usai ditangkap di Jalan Raya Kampus Unud tepatnya di samping Kampus Politeknik Jimbaran ditemukan barang bukti pencurian di money changer Jalan Nakula serta magazin sesuai yang dikabarkan hilang dari salah satu tangan anggota Brimob tahun 2017 lalu di Ayana Resort.

“Ya kalau dilihat mereka pelaku semuanya. Termasuk yang perampasan senjata itu. Karena magazin yang kami temukan sesuai,” ungkap sumber yang mewanti-wanti namanya jangan disebut.

Sementara itu Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan menyampaikan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah kelompok ini yang melakukan semua kejahatan tersebut dengan alasan masih akan didalami. Namun jika dilihat dari beberapa barang bukti dan modus yang digunakan pelaku disebutnya sama.

Kejadian ini dilaporkan dalam LP/53/III/2019/Bali/Resta Dps/Sek Kutsel. Tertanggal 19 Maret 2019 dengan pelapor Gede Kurniawan. Usai mendapatkan laporan tersebut Tim Resmob Polresta Denpasar, Tim Opsnal Polsek Kuta, Tim Opsnal Polsek Kuta Selatan dan Satgas CTOC langsung mendatangi TKP. Berbekal ciri-ciri pelaku dan mobil yang digunakan kemudian dilakukan pengejaran ke arah Selatan yakni kampus Universitas Udayana (Unud).

“Masuk pintu belakang langsung mendobrak pintu dan melumpuhkan karyawan dengan cara memukul dan menodongkan pisau. Pelaku memakai jas hujan dan penutup kepala. Serta dari rekaman CCTV membawa senjata laras panjang, oleh karena itu kami minta anggota hati-hati,” ungkapnya pada Rabu (20/3).

Saat itu tim melakukan pengecekan sebuah mobil warna putih yang diparkir di sekitar G Mart sebelah Kampus Politeknik Unud. Saat itu kondisi mobil masih panas, sehingga petugas gabungan melakukan pemantauan. Tak berselang lama datanglah mobil Xenia warna putih DK 743 CI dan memarkir mobil tersebut di Jalan Giri Kencana tepatnya jalan menajak sebelah warung dan menurunkan dua orang pelaku.

Dua orang tersebut yakni Alexei dan Georgii langsung menuju sepeda motor yang terparkir di sekitar ruko kosong tersebut. Tim kemudian mendekati keduanya, namun kedua pelaku langsung melakukan perlawanan. Alexei yang disebut pentolan kelompok ini sempat mengeluarkan dua pisau untuk melawan petugas. Setelah dilakukan pengejaran hingga di depan G Mart dan diberi tembakan peringatan sebanyak 3 kali pelaku tetap melawan. Sehingga terjadilah perkelahian hingga terpaksa diambil tindakan tegas untuk melumpuhkan pelaku. Alexei pun tewas di TKP oleh peluru anggota. Sementara dua orang rekannya yang diamankan di depan ruko kosong sebelah Jalan Giri Kencana Georgii dan DPO juga sempat melakukan perlawanan.

Sementara seorang rekannya yang kini DPO berhasil melarikan diri ke arah pom bensin dan menuju arah Jimbaran dengan membawa senjata laras panjang menggunakan mobil putih dengan kecepatan tinggi. Sementara itu, Georgii kemudian digelandang menuju kos-kosan elit milik Alexei yang terletak di Jalan Pasir Putih nomor 10 B Kedonganan Kuta yang merupakan markas mereka. Petugas kemudian kembali menangkap Robert Haupt yang saat itu berada di dalam kos tanpa perlawanan. Setelah dilakukan penggeledahan di kamar kos tersebut, ditemukan banyak barang bukti pencurian yang disimpan diatas plafon kamar kos.

“Kami lakukan penyelidikan lanjutan akhirnya kami langsung menangkap tersangka Robert di kosan milik Alexei. Di dalam rumahnya kami melakukan penggeledahan di atas plafon kami temukan uang sebanyak ini. Berbagai macam mata uang ada sekitar 13 mata uang asing,” ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan di TKP perampokan Money Changer Jalan Pratama berupa CPU CCTV, potongan lakban untuk mengikat korban, potongan nilon, dan sebuah magazen laras panjang SS1 dengan 16 butir peluru caliber 5,56. “Ini termasuk untuk senjata SS1. Senjata laras panjang ini masih kami lakukan penyelidikan. Karena masih ada pelaku yang mengendari mobil ini yang belum kami temukan. Kalau kami lihat pelurunya ini menurut hasil keterangan anggota yang kehilangan senjatanya, memang peluru dari Brimob. Dan kalau dilihat ini memang sudah di-pilox,” tegasnya.

Sedangkan di TKP penangkapan Jalan Raya Kampus Unud ditemukan mobil Xenia dengan plat palsu DK 1265 FN warna putih, dua pasang plat mobil  DK 1478 KV dan DK 1095 QK, 2 buah starret M1, sebuah spray WD 40, sebuah pisau golok dan sarungnya, sebuah obeng, sebuah mata bor dan selembar STNK DK 1202 IV.

Juga dua buah jas hujan dan celana warna hijau milik Alexei, sebuah baju lengan panjang warna abu, selembar kain berisi darah, tas ransel, paspor, sepatu hitam, kunci rumah, obeng, selembar nota kontan, selembar nota biasa, pisau belati dan sarungnya, pisau lipat, dompet warna cokelat. Serta tas kulit, baju renang, uang pecahan Rp 20 ribu dua lembar, 2 buah slop tangan, surat lamaran ke PT Maspin Tjindra, buku, mata bor, ikat pinggang, gantungan kunci, kaos kaki, kotak kue dan buku jump rope. “Di kosan Alexei ditemukan beberapa alat untuk boxing, beladiri. Otomatis pelaku ini adalah pelatih beladiri. Dia otaknya. Kalau Georgii sudah di Bali enam tahun,” imbuhnya.

Sementara itu dari tangan George yang ditangkap di TKP yang sama dengan Alexei ditemukan barang bukti berupa sarung tangan, dua buah senter, obeng, pisau lipat, soffel, sandal, korek api, kunci sepeda motor, tas gendong, tas inggang dan jaket. Sedangkan dari tangan Robert ditemukan jaket, celana, topi, kain penutup muka, dompet dan tas komek dalam keadaan basah. Juga 13 mata uang diantaranya Euro, GPB, Yuan, Bath, SGD, Ringgit, USD, Yen, Wan, Rupee, Rupiah, Peso dan HRD. “Mobil yang digunakan rental. Dan hingga penyelidikan saat ini belum ditemukan keterlibatan orang lokal. Tersangka kini dijerat Pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara. Kami masih lakukan pengembangan. Tapi kalau kami lihat dari TKP beberapa kejadian saya rasa sama,” jawabnya.

 

 

Komplotan Asal Rusia

 

Pelaku Perampokan

1. Alexei Korrotkikh, lahir 6 Mei 1975, WN Rusia (tewas di tempat)

2. Georgii Zhukov, 24 Juni 1979, WN Rusia

3. Robert Haupt, 12 Oktober 1977, WN Ukraina

4. DPO 1 orang

 

Sejumlah Kasus Perampokan dan Perampasan Senjata

1.     Perampasan Senjata di Ayana pada 8 Agustus 2017

Seorang Anggota Brimob Polda Bali yang sedang melaksanakan tugas Pam I Bagus Suda Suwarna kehilangan senjata laras panjang Jenis AK 101 beserta 1 magasin berisi 3 peluru hampa dan 27 peluru karet pada Selasa 8 Agustus 2017 sekitar pukul 11.20 di Parkiran Hotel Ayana Jimbaran. Korban ditemukan oleh Satpam Hotel Ayana dalam kondisi tidak sadarkan diri dan senjata hilang saat itu.

2.     Perampokan ATM May Bank di Kuta, 12 November 2017

Terjadi di area Surfer's Paradise di Jalan By Pass Ngurah Rai Kedonganan, Kuta sekitar pukul 03.20. Atas kejadian tersebut, pihak Mybank dikabarkan mengalami kerugian kurang lebih Rp500 juta. Tidak hanya menggondol mesin ATM, sebelum beraksi kawanan rampok terlebih dahulu melumpuhkan security Surfer's Paradise bernama Ketut Widi, 37.

3.     Perampokan ATM CIMB di Jalan Pantai Balangan, 1 Maret 2018

Pembobolan ATM CIMB Niaga di Supermarket Nirmala Jalan Pantai Balangan, Lingkungan Cengkilung Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan Badung pada Kamis 1 Maret 2018 sekitar pukul 11.00. Didapati ruang ATM CIMB dalam kondisi kaca depan pecah dan berserakan, serta mesin ATM sudah raib. Kejadian bermula pukul 02.30, pelaku yang diduga lebih dari 5 orang tersebut terlebih dahulu melumpuhkan satpam penjaga Supermarket yang bernama Wayan Suwitra, 50, yang juga merupakan saksi korban.

4.     Perampokan di ATM BCA Kantor Cabang Pembantu Bypass Mumbul 26 April 2018

Kawanan perampok kembali menyatroni ATM BCA Kantor Cabang Pembantu By Pass Mumbul di Jalan Bypass Ngurah Rai Kelurahan Benoa Kecamatan Kuta Selatan pada Rabu 25 April pukul 22.30 dan berhasil menggondol uang tunai senilai Rp 1,8 miliar hanya dalam waktu tidak lebih dari 2 menit. Kondsi kendaraan Jasa Pembawa Uang PT. Andalan jenis Grand Max Silver dengan nopol DK 9863 FW juga dalam kondisi kaca samping depan pecah akibat pukulan palu.

5.     Perampokan Money Changer PT. Bali Top Jalan Nakula, 21 Desember 2018

Terjadi sekitar pukul 02.30. Pelaku berjumlah tiga orang itu memukul, menyeret lalu mengikat satpam bernama I Putu Juliarta, 37. Saat kejadian tersebut Putu Juliarta sedang tidur. Dari informasi dilapangan perampok ini berhasil menggondol uang lebih dari Rp 1 miliar yang disimpan di brankas.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia