Minggu, 21 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

2 Toko Modern Berjaringan Diduga Bodong Beroperasi di Karangasem

21 Maret 2019, 09: 00: 42 WIB | editor : I Putu Suyatra

2 Toko Modern Berjaringan Diduga Bodong Beroperasi di Karangasem

Ilustrasi (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, AMLAPURA - Keberadaan toko modern berjaringan di Karangasem tak semuanya mengantongi izin. Seperti diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Karangasem I Wayan Putu Laba Erawan. Ada dua toko modern berjaringan tidak tercatat di perizinan. Dua toko itu diduga bodong, namun di lapangan kedua toko itu sudah beroperasi lebih dari setahun. 

Laba Erawan menegaskan, keberadaan toko tak mengantongi izin merugikan pemerintah, karena tidak membayar pajak. Di sisi lain toko modern itu beroperasi di wilayah Karangasem. “Lucu kan, kalau kami tarik pajak dari usaha tak berizin.  Urus izin biar ada kontribusi berupa pajak,” kata Laba Erawan, Rabu (20/3) kemarin.

Informasi yang dia dapatkan, dua toko modern diduga bodong itu, masing-masing berada di wilayah Kecamatan Karangasem dan Abang. Untuk yang di Kecamatan Karangasem ada di bilangan Jalan Untung Surapati, Amlapura. Dilihat dari luar, toko modern ini tidak menunjukkan berjaringan, lantaran pakai nama lain. Hanya saja, struk belanjanya tidak bisa dibohongi. “Dari struknya kelihatan itu berjaringan. Itu namanya mengelabuhi,” ungkapnya.

Investor melakukan cara itu diduga kuat untuk bisa beroperasi di wilayah Kota Amlapura. Sebab jika terang-terangan mencantumkan nama salah satu toko berjaringan, dipastikan tidak akan mendapat izin. Karena kuota toko berjaringan di Kota Amlapura sudah penuh. “Terkecuali yang lain ada tutup, baru bisa dapat izin. Tapi ketersediaan kuota belum cukup mengeluarkan izin. Kami lihat dulu persyaratan lain,” terangnya.

Sedangkan untuk toko modern berjaringan yang diduga tak berizin di wilayah Kecamatan Abang disebut-sebut ada di salah satu sekolah. Hanya saja tak dirinci nama sekolahnya. “Informasinya seperti kantin sekolah,” sebut Laba Erawan.

Atas kondisi itu, Laba Erawan tidak bisa berbuat banyak. Dia sifatnya menunggu toko modern itu mengurus izin. Tidak ada kewenangan turun menutup atau membujuk agar mengurus izin. “Kalau mengajukan permohonan izin, kami proses. Dapat atau tidak, itu nanti,” tandasnya. 

Belum ada konfirmasi dari Kasat Pol PP Karangasem Ketut Wage Saputra. Koran ini sempat menghubungi via telepone, namun tidak aktif. 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia