Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Kulkul Ngarurah Bertuah Sembuhkan Penyakit Ternak

21 Maret 2019, 09: 05: 13 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kulkul Ngarurah Bertuah Sembuhkan Penyakit Ternak

BERTUAH: Kulkul di Palinggih Ngarurah di Pura Puseh Desa Pakraman Kuning, Desa Taman Bali, Bangli, diyakini punya tuah untuk sembuhkan hewan sakit. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Masyarakat Desa Pakraman Kuning, Desa Taman Bali, Bangli, mempercayai Palinggih Ngarurah, yang berdiri di utama mandala Pura Puseh, memiliki tuah menyembuhkan penyakit hewan. Namun, sumber mujarabnya berasal dari Kulkul atau kentongan yang digantung di palinggih tersebut.

Di Pura Puseh Desa Pakraman Kuning, Bangli, ada satu palinggih yang berdiri di bagian barat laut utama mandala pura yang disebut Palinggih Ngarurah. Di palinggih itu, ada tiga batu berdiameter sekitar dua meter, berjejer di altar palinggih. Pemangku Pura, Jro Mangku Ngakan Mangku Kelaci mengatakan, batu itu memang tak bisa dipindahkan. Sempat akan dipindah saat hendak direnovasi, namun usaha warga tak kunjung berhasil karena posisinya juga kokoh. Dari peristiwa itu, muncul keyakinan bahwa palinggih itu pingit. Apalagi, pemangku juga mendapat wahyu bertahun-tahun silam, bahwa Kulkul (kentongan)  yang tidak diketahui usianya itu, dapat menyembuhkan penyakit hewan.

Jro Mangku Ngakan Mangku Kelaci menuturkan, sejatinya Kulkul tersebut sudah lama ada di pojok atap Palinggih Ngarurah. Sejak menjadi pemangku tahun1950, dirinya belum mengetahui kapan Kulkul itu dibuat.  "Banyak warga datang saat  tilem, purnama, dan rerahinan lain untuk nunas (minta) air suci untuk ternak. Katanya hewan yang tidak mau makan, jadi bangkit nafsu makannya," jelas Jro Mangku Ngakan Mangku Kelaci kepada Bali Express (Jawa Pos Group), pekan kemarin di Bangli.


Dikatakannya, setiap warga yang ingin ternaknya sembuh, wajib datang ke pura saat rerahinan atau hari-hari suci umat Hindu.


Di samping itu, lanjutnya, tak sedikit warga tangkil ke pura meminta air suci untuk memberkati hewan peliharaan maupun hewan ternak  saat Tumpek Kandang, Saniscara Kliwon Wuku Uye.
Warga cukup membawa pajati dan satu tempat tirta. Kemudian, pemangku akan memohon ke hadapan dewa yang berstana di palinggih itu, dengan menyiram Kulkul dengan air. Kemudian air bekas kucuran dari Kulkul ditempatkan di wadah khusus, untuk nantinya diminumkan ke hewan yang sakit.


"Banyak yang sudah mencoba. Yang paling banyak memang warga sini (Dusun Kuning). Warga luar yang paling dekat dari Bebalang, Taman Bali. Keluhannya hewan lemas, sulit makan. Setelah diminumkan ke hewan akan ada reaksi. Hewan yang sakit, perlahan akan mulai mau mengecap makanan," terang mangku yang kini menginjak usia 80 tahun itu.


Percaya atau tidak, peternak di desa setempat sudah banyak yang mencoba. Peternak yang punya hewan sakit, dari yang ringan hingga kondisinya parah, langsung membaik setelah meminta air suci atau tirta. Tak hanya hewan, ada juga masyarakat sekitar yang mencoba untuk kesembuhan. Tanpa mau menyebut siapa orangnya, pemangku mengakui ada warga yang mengeluh tak bisa menelan selama berbulan-bulan. "Waktu itu dia sakit lumayan parah karena susah makan, sampai kondisi badannya drop terus. Lantas dimohonkan tirta, keesokan harinya langsung sembuh," tuturnya.


Bagi warga yang hewannya sembuh, lanjutnya, biasanya  datang kembali untuk menghaturkan sesaji, sebagai wujud terima kasih. "Ada juga yang bayar khaul ke sini, bawa tedung ada juga," imbuhnya. Saat pujawali pada Anggara Kasih Wuku Tambir, warga yang memelihara babi, sapi, dan hewan ternak lainnya meminta tirta usai sembahyang. Disinggung soal keanehan, Mangku Kelaci mengaku sempat dihantui rasa gelisah hingga mimpi buruk, apabila tempat air di pura tersebut kosong. Diakuinya, tempat air suci itu harus tetap berisi dan tidak boleh kosong.


"Sampai mimpi dikejar hewan pernah. Binatang galak pernah, sampai mau makan saya juga pernah. Saya sampai teriak keras, padahal suara sudah tidak bisa keras," ungkapnya.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia