Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Pertama di Indonesia, Festival Manggis Dunia Siap Digeber di Buleleng

21 Maret 2019, 18: 17: 00 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pertama di Indonesia, Festival Manggis Dunia Siap Digeber di Buleleng

Ketua JCI Singaraja A.A. Gede Agung Wedatama. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus berupaya menggali dan mempromosikan potensi pertanian. Salah satunya dengan menggelar festival tematik pertanian untuk mempromosikan potensi hasil pertanian. Kali ini, Pemkab Buleleng melalui Dinas Pertanian akan menggelar festival buah Manggis yang bertajuk “World Mangosteen Fiesta” atau Festival Manggis Dunia. Festival ini merupakan Festival Manggis pertama yang digelar di Indonesia.

Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/3), Plt. Kepala Dinas Pertanian Kab.Buleleng Ir. Made Sumiarta mengungkapkan, World Mangosteen Fiesta akan digelar pada Sabtu-Minggu, 23-24 Maret 2019 di Desa Galungan, Kecamatan Sawan. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng dengan Junior Chamber International (JCI) Singaraja.

Menurutnya, Festival buah Manggis ini bertujuan untuk mempertemukan petani-petani Manggis yang ada di Buleleng dan seluruh Bali dengan pratisi perkebunan Manggis, buyer (pembeli), dan eksportir Manggis. Nantinya, para petani Manggis itu akan saling bertukar informasi terkait dengan pengembangan produk buah Manggis.

Dalam ajang itu akan disosialisasikan juga Good Agriculture Practices (GAP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait dengan pengelolaan kebun yang baik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.

Sumiarta mengatakan, Buleleng sendiri memiliki potensi produksi buah Manggis yang sangat baik. Dari sembilan kecamatan yang ada di Buleleng, delapan diantaranya memiliki sentra-sentra penghasil Manggis. Ini merupakan potensi luar biasa yang belum tentu dimiliki oleh Kabupaten/Kota lain di Bali.

“Nanti, di Festival Manggis Duni ini pelaku-pelaku bisnis hilir Manggis nanti akan bertemu. Sehingga mampu memberi solusi dalam hal pemasaran (Manggis),” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan Sumiarta, selama ini kelemahan produksi pertanian di Buleleng rata-rata terjadi pada tahapan pemasarannya. Produksi bisa saja tinggi, tetapi sering kali tidak dapat menjangkau pasar yang pasti. Selain itu, petani Manggis selama ini belum mempunyai wadah sebagai ruang diskusi bagi mereka, baik mengenai masalah kualitas, kuantitas, maupun pemasaran.

“Sekarang astungkara sudah ada wadah, dengan JCI. Organisasi ini sudah mempunyai link sampai ke China. Melalui itu (JCI) mudah-mudahan dapat diperkenalkan lah produk Manggis kita,” terangnya.

Sementara itu, Ketua JCI Singaraja A.A. Gede Agung Wedatama mengungkapkan, dipilihnya Desa Galungan sebagai tempat penyelenggaraan Festival Manggis Dunia ini karena banyak produksi Manggis dari desa tersebut yang telah menembus pasar ekspor. Bahkan menurutnya, Manggis yang berasal dari Bali saat ini menjadi  primadona di pasar dunia, termasuk Manggis dari Buleleng. Selain itu, adanya gelaran festival tersebut sebagai upaya mendukung promosi wisata di desa Galungan dan desa-desa sekitarnya.

Agung Wedatama yang juga seorang eksportir Manggis ini lebih lanjut menuturkan, beberapa kegiatan yang akan digelar pada Festival Manggis Dunia nanti yaitu kontes Manggis, kontes Durian lokal, Expo olahan Manggis, kemudian ada juga cerdas cermat Kelompok Tani, dan hiburan band. Selain itu, di hari kedua akan dilaksanakan Mangosteen Fantastic Run.

“Dalam sarasehan tersebut akan dipertemukan pratisi-praktisi, pebisnis, dan pemerintah, kami akan berdiskusi dengan petani,“ paparnya.

Sejauh ini, terang Agung Wedatama, selain petani lokal Buleleng akan hadir juga petani dari kabupaten lain di Bali. Di luar petani, pada Festival Manggis Dunia itu juga akan mandatangkan sejumlah pejabat Kementerian Pertanian, Pemprov Bali, dan Pemkab Buleleng. Selain itu akan hadir juga importir Manggis dari luar negeri.

“Sejauh ini sudah ada dua buyer dari China akan datang untuk melihat proses festival kita. Selain itu eksportir-eksportir dari Indonesia juga sudah positif untuk hadir,” terangnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia