Sabtu, 19 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pipa Air Tertimbun, Warga Tembuku Irit Air Bersih

21 Maret 2019, 18: 36: 24 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pipa Air Tertimbun, Warga Tembuku Irit Air Bersih

PERBAIKAN: Petugas PDAM Bangli dan polisi memperbaiki pipa saluran air bersih yang tertimbun longsor, di Dusun Kedui, Tembuku, Bangli, Kamis (21/3). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Warga di Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Bangli, harus mengirit pasokan air di rumah masing-masing. Sejak tiga hari, warga desa sudah krisis air akibat longsor pada Senin (18/3) yang memutus pipa saluran air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bangli, di Dusun Kedui, Tembuku.

Untuk sementara, 350 kepala keluarga yang berlangganan air PDAM, terpaksa membeli air bersih di gerai air isi ulang untuk keperluan memasak. Untuk mandi dan buang air, warga memilih ke sungai. Bagi yang tidak berani ke sungai, mereka membeli air bersih untuk semua kebutuhan.

Salah seorang warga Banjar Penida Kelod, Tembuku, Agung Ayu Raka mengaku enggan ke sungai lantaran medan cukup terjal. Sehingga dirinya mengalah membeli air bersih, sekalipun untuk mandi. "Ya terpaksa, karena gak berani ambil resiko. Sudah kami tunggu, mudah-mudahan ada bantuan air bersih," ucapnya ketika ditemui di lokasi, Kamis (21/3).

Sempat dikabarkan bakal ada bantuan suplai air bersih ke rumah-rumah warga. "Tapi sampai sekarang (kemarin) belum saya dengar akan ada bantuan itu," ujarnya.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur PDAM Bangli, I Nyoman Terus Arsawan mengatakan, pipa yang rusak mencapai 138 meter. Dia menyebut ada dua titik longsor yang membuat pipa terputus.

Masing-masing berada di utara desa sebanyak empat pipa, sedangkan di selatan 19 pipa. "Itu yang rusak. Jadi total ada 23 pipa. Satu pipa panjangnya enam meter," jelas Arsawan. 

Tim teknis dari PDAM sudah memperbaiki pipa tersebut. "Sebenarnya sudah dilakukan sejak dua hari lalu (Rabu). Di selatan, hari ini (kemarin) sudah selesai. Tapi titik di utara, yang lagi empat batang pipa masih ada kendala," tegasnya.

Diakui Arsawan, setelah perbaikan pertama selesai, empat pipa yang sudah diperbaiki itu justru kembali tersumbat. Karena tersumbat lagi, pembongkaran pipa dilakukan. "Semestinya hari ini (kemarin) sudah selesai. Astungkara mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ini, air sudah bisa normal,” harapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Desa Tembuku, pihaknya mengaku siap mendistribusikan satu mobil tangki. Pihaknya sudah memerintahkan jajaran apabila ada warga yang mengajukan.

"Asalkan ada permintaan dari masyarakat, pasti akan kita tindaklanjuti. Seperti untuk kepentingan publik, ada permintaan pasti dibantu,” pungkasnya.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia