Minggu, 21 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kadis Sosial Provinsi Bali Tinjau Rumah Pemangku di Samplangan

22 Maret 2019, 19: 08: 36 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Kadis Sosial Provinsi Bali Tinjau Rumah Pemangku di Samplangan

TINJAU : Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra meninjau rumah Dewa Made Kertha, di Kelurahan Samplangan, Gianyar, Jumat (22/3). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR – Menindaklanjuti soal bedah rumah milik pemangku di Kelurahan Samplangan, Gianyar, Jumat (22/3), Kadis Sosial Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra langsung terjun ke lokasi. Bersama stafnya, ia meninjau rumah milik Jero Mangku Dewa Made Kertha. Namun menurutnya, rumah tersebut masih layak huni. Hanya  perlu direhab atapnya karena sewaktu-waktu  bisa ambruk. 

Menurut mantan Karo Humas Provinsi Bali ini, terdapat 14 ketentuan yang menjadi dasar pihaknya memberi bantuan bedah rumah, di antaranya rumah berlantai tanah dan tembok semi permanen yang secara fakta tidak layak dijadikan tempat tinggal. 

"Kalau ini, temboknya masih bisa digunakan, tetapi atapnya rawan roboh. Nanti saya bantu secara pribadi sebesar Rp 5 juta untuk rehab atap. Kalau bedah rumah total, memang tidak masuk dalam kriteria," terangnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group). 

Dewa Mahendra juga mengatakan, sesuai program Aladin, bantuan perbaikan hanya diberikan untuk salah satu bagian, yaitu perbaikan atap, lantai, atau dinding. Jika atapnya rusak, maka bantuan untuk atap saja diberikan, begitu juga dengan dinding maupun lantai. 

"Rumah milik Jero Mangku tidak masuk dalam 14 kategori untuk dapat bantuan bedah rumah total. Makanya saya bantu secara pribadi, untuk merehab atapnya saja," paparnya. 

Dikatakannya,  rumah Jero Mangku Dewa Made Kertha dibuat tahun 1975, tetapi beberapa kali sudah sempat direhab. Karena kurang perawatan, jadi bangunan tersebut mengalami kerusakan.

Disinggung soal anak Jero Mangku Dewa Made Kertha, yakni Dewa Arisudewa, yang tuna netra, pihaknya juga akan memberikan bantuan, baik pemeriksaan kesehatan, maupun bantuan tongkat. Pasalnya, untuk berjalan dan melakukan aktivitas lainnya, pria berusia 29 tahun itu harus diantar.   

"Nanti coba diajak terapi. Minimal supaya ada perubahan. Sedangkan untuk bisa beraktifitas, secepatnya kami bantu dengan tongkat saja dulu supaya ke kamar mandi bisa sendiri," tandasnya.

(bx/ade/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia