Rabu, 24 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

STAHN Mpu Kuturan Beri Award Untuk Tokoh Pendidikan Agama Hindu

22 Maret 2019, 21: 55: 56 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

STAHN Mpu Kuturan Beri Award Untuk Tokoh Pendidikan Agama Hindu

DIES NATALIS - STAHN Mpu Kuturan Singaraja member aword kepada para tokoh pendidikan agama Hindu serangkaian Dies Natalis ke-III, Jumat (22/3) di Aula STAHN Mpu Kuturan Singaraja. (PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja melaksanakan Dies Natalis ke-III pada Jumat (22/3) pagi. Kendati merayakan dies natalis dengan penuh kesederhanaan, namun kampus Hindu negeri pertama di Bumi Panji Sakti ini juga memberikan award kepada tiga orang tokoh yang berjasa dalam pengembangan Pendidikan Agama Hindu di Bali.

Lahirnya STAHN Mpu Kuturan Singaraja didasari atas peresmian yang dilakukan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifudin pada 22 Maret 2016 lalu. Meski baru berusia tiga tahun,  STAHN Mpu Kuturan Singaraja sudah menunjukkan kiprahnya dalam mencetak akademisi Hindu yang berkualitas. Tahun 2019 ini STAHN Mpu Kuturan sudah mencetak 141 orang wisudawan.

Dalam laporannya, Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Prof. Dr. Drs. I Made Suweta, M.Si menjelaskan, sejak didirikan, animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di STAHN Mpu Kuturan tergolong tinggi. Bahkan mahasiswa bukan saja berasal dari Bali, melainkan dari luar Bali, dengan jumlah mahasiswa mencapai 850 orang.

“Dari 850 mahasiswa, yang menerima beasiswa sebanyak 647 orang. Sumbernya dari Beasiswa Bidikmisi, Beasiswa BBM dan Beasiswa PPA,” ujar Prof Suweta, Jumat pagi.

Guru Besar Linguistik ini menambahkan, selama berkiprah, STAHN Mpu Kuturan didukung  tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas. Di antaranya 25 orang dosen PNS, 67 dosen  berstatus CPNS, 30 orang dosen tetap non-PNS dan sekitar 20 orang dosen tidak tetap (DTT).

Dalam bidang penelitian, sambung Prof Suweta, dosen wajib menghasilkan sekurang-kurangnya penelitian mandiri setiap tahun. Di samping itu, ada pula penelitian dengan bantuan biaya dari pemerintah melalui penelitian kompetitif.

Di bidang pengabdian masyarakat, STAHN Mpu Kuturan, sebut Prof. Suweta, telah melaksanakan pengabdian di sejumlah lokasi, seperti di Kabupaten Jembrana, Bangli dan Buleleng. Bahkan di luar Bali, yang merupakan kantong-kantong umat Hindu, juga tak luput dari sasaran pengabdian masyarakat.

“Kami sudah pernah menggelar pengabdian di Banyuwangi, Papua, Blitar, Kediri, Palembang hingga Sulawesi yang merupakan kantong-kantong umat Hindu di luar Bali,” imbuhnya.

Bukan hanya menyiapkan pendidikan secara akademik semata, STAHN Mpu Kuturan Singaraja juga menyiapkan sejumlah unit kegiatan mahasiswa (UKM). Belasan UKM ini disiapkan untuk menyalurkan minat dan bakat sekaligus sebagai ajang mengasah soft skill dan latihan kewirausahaan.

UKM tersebut, di antaranya UKM upakara, dharma gita, dharma wacana, yoga, tabuh, tari, teater, paduan suara, musik, bahasa Inggris, penalaran, jurnalistik, kaligrafi, pramuka, Menwa dan PMI.

Disinggung soal Mpu Kuturan Award, dalam Dies Natalis ke-III tahun ini pihaknya memberikan penghargaan kepada tiga orang tokoh. Ketiganya dianggap berjasa dalam bidang pendidikan, seni, budaya dan bahasa sastra/aksara Bali.

Mereka adalah almarhum I Gusti Ngurah Panji (tokoh pendidikan, seni dan budaya), almarhum IGK Ranuh (tokoh bidang pendidikan, bahasa, aksara dan sastra Bali) dan almarhum I Wayan Simpen A.B (tokoh pendidikan, bahasa, sastra da aksara Bali). Pemberian penghargaan diterima oleh perwakilan keluarga ketiga tokoh tersebut. “Mereka berjasa dalam mengembangkan pendidikan agama Hindu, seni, budaya dan sastra Bali,” tutupnya. 

Seperti diketahui, kampus yang beralamat di Jalan Kresna, Gang III, Nomor 2B Singaraja ini sudah membuka empat jurusan, di antaranya Jurusan Dharma Acarya, Jurusan Brahma Widya, Jurusan Dharma Duta dan Jurusan Dharma Sastra. Keempat jurusan itu dikembangkan menjadi 10 program studi, seperti Prodi Pendidikan Agama Hindu, PGSD, PGPAUD, Sastra Agama Pendidikan Bahasa Bali, Filsafat Hindu, Teologi Hindu, Penerangan Agama Hindu, Ilmu Komunikasi, Pariwisata Budaya dan Hukum Hindu.

(bx/dik/aim/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia