Minggu, 21 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Kecam Terorisme, API Nyatakan Tiga Sikap

23 Maret 2019, 11: 44: 04 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kecam Terorisme, API Nyatakan Tiga Sikap

AKSI: Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Indonesia (API) berorasi di depan Gedung DPRD Buleleng, Jumat (22/3) siang. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Indonesia (API) Singaraja menggelar aksi damai di depan Tugu Singa Ambara Raja, Jumat (22/3) pagi. Aksi damai itu sebagai  bentuk kecaman atas aksi terorisme yang terjadi di Selandia Baru beberapa waktu lalu. Selain itu, mengajak masyarakat menciptakan Pemilu 2019 yang aman dan damai.

Tercatat 70 mahasiswa yang berasal dari sejumlah organisasi kemahasiswaan seperti KMHDI, HMI, KAMI ikut dalam aksi ini. Mereka melakukan aksi dengan membawa spanduk. Isinya mengecam aksi terorisme yang terjadi di Selandia Baru. Juga mengajak masyarakat di Kabupaten Buleleng untuk melaksanakan Pemilu 2019 secara aman dan damai, serta menolak golput, hoaks, dan politik intoleran. Pesan itu disampaikan melalui aksi teaterikal di depan maskot Kota Singaraja tersebut. 

Ada tiga sikap yang disampaikan API dala aksi damai itu.  Pertama, serangan terhadap jamaah di dua masjid dan di pinggiran Linwood yang terjadi pada hari jumat 15 maret 2019 yang menewaskan puluhan orang, merupakan murni tindak kejahatan terorisme. API mengecam keras aksi tersebut. Api juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban dan keluarga korban.

Kedua, API juga menolak paham terorisme, intoleran, dan radikalisme dalam bentuk apapun. Sebab paham intoleran dan radikalisme  dapat mengancam demokrasi serta keberadaan dan kehidupan banyak manusia di seluruh Dunia. 

Terakhir,  API mengajak segenap elemen bangsa, mulai dari lembaga pemerintahan hingga masyarakat sipil, untuk menjunjung tinggi perdamaian dan menjaga kerukunan antarwarga negara demi menjaga keutuhan warga negara Indonesia. "Kami sangat mengecam aksi terorisme yang terjadi di Selandia Baru, karena itu tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh aksi terorisme itu, " ujar Kordinator aksi, Diki Wahyudi. 

Terkait kedatangannya di Gedung DPRD Buleleng, pihaknya ingin agar para wakil rakyat itu bisa mendesak agar pelaku penembakan dapat dihukum seberat-beratnya, dan seadil-adilnya. Pun pihaknya ingin agar para anggota DPRD dapat membantu pihaknya memusnahkan paham radikalisme.

Kedatangan puluhan mahasiswa tersebut diterima Sekretaris DPRD Buleleng, Dewa Ketut Manuaba didampingi Kabag Humas Made Supartawan. Bahkan, sejumlah perwakilan mahasiswa sempat melakukan dialog terbatas dengan Sekwan Manuaba. “Kami secara pribadi salut atas solidaritas adik-adik dalam berbangsa dan bernegara untuk menjaga NKRI. Apapun yang disampaikan adik-adik sebagai aspirasi akan kami teruskan kepada pimpinan dan anggota dewan DPRD Buleleng. Karena kami sifatnya hanya menerima saja,”  singkatnya.

Usai menyampaikan pernyataan sikap, mereka selanjutnya melakukan orasi di Kantor Bupati Buleleng. Selama melaksanakan aksi damai, mereka mendapatkan pengamanan dari Jajaran Polres dan juga Satpol PP Buleleng.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia