Senin, 19 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Warga Selulung Ingin Kembangkan Empat Air Terjun, Ini Kata Disparbud

24 Maret 2019, 17: 56: 39 WIB | editor : I Putu Suyatra

Warga Selulung Ingin Kembangkan Empat Air Terjun, Ini Kata Disparbud

AKSES TERJAL: Perbekel Desa Selulung I Putu Jaya Menala bersama warga menunjukkan lokasi air terjun yang disebut Sog-sogan Suanda, di Banjar Mesahan, Desa Selulung, Kintamani, Bangli, Minggu (24/3). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Masyarakat Desa Selulung, Kecamatan Kintamani, Bangli, sudah lama ingin mengembangkan daerah mereka menjadi objek wisata. Sebab, terdapat empat air terjun yang berpotensi dikembangkan untuk menarik wisatawan.

Salah satu yang menarik dikunjungi, yakni Air Terjun Sog-sogan Suanda di Banjar Mesahan, Desa Selulung. Pemandangan yang ditawarkan sangat eksotis. Ketinggian air terjun yang mencapi kurang lebih 50 meter itu membuat wisatawan asing tertarik, meski belum ada jalan menuju air terjun. Sedangkan tiga air terjun lainnya belum terjamah dan hingga saat ini belum dinamai.

Saking banyak wisatawan asing yang 'diam-diam' datang ke sana, warga desa lantas berpikir mengelola empat air terjun tersebut. Namun desa masih terkendala dana untuk perbaikan infrastruktur. Seperti jalan aspal yang banyak berlubang, hingga jalan setapak menuju lokasi yang masih terjal dan perlu ditata. "Kami berharap pemerintah mau membantu kami. Kalau kami gunakan ADD (Alokasi Dana Desa), kami takut prioritas lain tidak bisa jalan," kata Perbekel Desa Selulung I Putu Jaya Menala, Minggu (24/3).

Perbekel beserta warga desa sudah membicarakan rencana itu melalui forum. Namun masalahnya, desa tidak berani mengambil tindakan apabila dikelola secara swadaya. Air terjun yang masuk kawasan hutan lindung membuat warga desa pikir-pikir. "Karena itu, jangankan kami membuat jalan setapak, tebang satu pohon saja hukumnya sudah luar biasa. Takutlah. Kami mohon dinas terkait lakukan kajian bila perlu bantu lakukan dialog dengan pihak kehutanan," ungkap Menala.

Kata dia, dari empat air terjun itu, Sog-sogan Suanda yang paling mudah didatangi. Jaraknya sekitar 500 meter dari jalan raya. Tapi jalan itu hanya sampai atas tebing. Untuk menuju ke bawah, warga harus memutar ke arah selatan hingga memakan waktu sekitar sejam. Kelemahannya, pengunjung harus menyusuri air sungai agar sampai di air terjun. "Kalau pemerintah membantu, kami siap membuat jalan menuju ke bawah, tidak lewat selatan lagi," imbuhnya.

Perbekel dan warga berharap, apabila pemerintah belum siap membantu secara penuh, agar dicarikan investor untuk mengembangkan objek wisata. Menurutnya, air terjun di Selulung sangat cocok dikembangkan. Di samping menjadi aset menambah pemasukan daerah, warga desa jadi memiliki pekerjaan baru.

"Di samping bertani, kan bisa, petani kita diberdayakan. Hasil produk pertanian seperti kopi Kintamani, jeruk di Selulung, kita bisa jual di sini. Kami akan buatkan balai santai, untuk rekreasi, untuk foto. Yang menarik juga, ada mata air suci yang bisa dikembangkan jadi wisata religi," jelas perbekel yang pernah berkecimpung di dunia pelayaran itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli Wayan Adnyana mengatakan, pihaknya belum menerima usulan warga Desa Selulung, baik itu melalui surat maupun dialog, terkait permintaan kajian air terjun di desa setempat sebagai objek wisata. Namun dirinya menyambut baik hal itu. "Nanti kami survei dulu terkait aksesnya," ucapnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) melalui telepon.

Sebelum dijadikan objek wisata, Disparbud akan melakukan uji kelayakan. Ada tahapan yang mesti dilalui. Apabila desa sudah menyediakan akses, tak menutup kemungkinan Disparbud akan membantu dengan terlebih dulu dibentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). "Yang pertama harus punya daya tarik dulu. Kemudian aksesnya. Kalau bisa warga desa dulu yang menata, selanjutnya dinas akan turun ke lapangan dan kami bina," pungkasnya.

 

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia