Rabu, 24 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Diterjang Ombak, Photografer dan Modelnya Hampir Tenggelam di Nyanyi

24 Maret 2019, 19: 42: 44 WIB | editor : I Putu Suyatra

Diterjang Ombak, Photografer dan Modelnya Hampir Tenggelam di Nyanyi

KORBAN TERJANGAN OMBAK: Kondisi salah satu korban pasca dihantam ombak, Minggu (24/3). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, TABANAN - Seorang photografer dan modelnya yang sedang asyik berfoto ria di Enjung Kesambi tepatnya di sebelah barat Pantai Nyanyi, Banjar Nyanyi, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, dihantam ombak, Minggu (24/3) sekitar pukul 08.00 Wita. Beruntung keduanya masih bisa selamat meskipun mengalami luka ringan setelah tersangkut di karang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu bermula ketika seorang photografer I Putu Romy Permana, 28, asal Banjar Busana Kaja, Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Badung, yang berdomisili di Kecamatan Marga, Tabanan, tengah mengambil foto modelnya Anatesia, 34, WNA asal Rusia yang tinggal di Villa Canggu, Desa Canggu, Badung, di pinggir pantai sebelah Enjung Kesambi tepatnya di barat Pantai Nyanyi yang memang merupakan spot favorit untuk berfoto.

Namun tanpa disadari tiba-tiba datang ombak besar yang langsung menyapu mereka berdua. Beruntung kejadian tersebut diketahui oleh salah seorang karyawan Villa Tantangan yang ada di barat TKP, Ni Made Artini, 38, yang langsung berusaha menolong korban dengan melemparkan pelampung.

Bule yang kebetulan bisa berenang pun langsung menyelamatkan diri dengan berenang ke tengah laut menggunakan pelampung yang dilemparkan tersebut. Sedangkan sang photografer yang juga keponakan dari politisi kawakan asal Marga, I Wayan Sukaja tidak bisa berenang masih terperangkap diatas batu karang sampai berkali-kali diterjang ombak besar. 

Selanjutnya karyawan villa menghubungi Linmas Tanah Lot atas nama I Wayan Suryawan, 44, yang kemudian meminta bantuan dua orang Balawista DTW Tanah Lot yakni I Wayan Darmawan dan I Made Arinata. Balawista pun langsung meluncur ke TKP bersama Satpolair Polres Tabanan dan Bhabinkamtibmas Desa Beraban.

Kasubag Humas Polres Tabanan,  Iptu Made Budiarta mengungkapkan bahwa, evakuasi terhadap korban dilakukan dengan pelampung dan tali. Evakuasi berlangsung cukup dramatis karena ombak besar terus menghantam batu karang tempat korban tersangkut. "Evakuasi cukup sulit karena apabila terkena dinding karang itu sangat bahaya, dan ombak terus menerjang," ujarnya.

Meskipun demikian, korban akhirmya bisa diselamatkan dan hanya mengalami luka ringan seperi lecet pada lutut, pergelangan kaki dan pusing. "Beruntung kedua korban selamat dan kemudian diberikan pertolongan pada lukanya," pungkasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia