Rabu, 20 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Kampanyae Damai di Renon Sepi Pengunjung

24 Maret 2019, 21: 40: 55 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Kampanyae Damai di Renon Sepi Pengunjung

SEPI - Deklarasi kampanye damai yang digelar KPU Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Minggu (24/3), mengawali musim kampanye menjelang Pemilu 2019, terlihat sepi. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Orasi dan penyampaian program serta visi misi partai politik (parpol) maupun calon DPD RI menjadi agenda penting dalam Deklarasi Kampanye Damai yang digelar KPU Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Minggu (24/3). Sayangnya, agenda itu nyaris tanpa pendengar.

Sebagian besar pendengarnya justru dari kalangan kontestan Pemilu 2019. Ada juga relawan atau simpatisan dari masing-masing parpol atau calon anggota DPD. Sedangkan dari masyarakat sebagai pemilih tidak ada sama sekali. 

Memang ada kontestan yang mengerahkan pendukungnya saat mereka berorasi, tetapi jumlahnya tidak banyak. Padahal, KPU membuka peluang bagi kontestan untuk mendatangkan massa maksimal seratus orang.

Kondisi itu bahkan sempat menjadi bahan kelakar anggota DPD RI, Anak Agung Gde Agung. Sebelum memulai orasinya, tokoh Puri Mengwi yang juga mantan Bupati Badung itu, sempat meminta agar situasi ini menjadi perhatian bagi KPU Bali selaku penyelenggara acara.

“Lama-lama yang mendengar hanya rumput yang bergoyang,” ujar Gde Agung yang saat orasi kemarin lumayan banyak mengajak pendukung.

Calon anggota DPD Dewa Made Suamba Negara  terus terang mengaku tidak mengajak massa pendukung ke acara tersebut. “Massa saya menunggu di TPS. Saya tidak mau massa saya berjemur. Sementara saya berdiri di tempat yang teduh,” sebutnya dari atas panggung.

Selain Gde Agung dan Suamba Negara, ada juga calon anggota DPD yang hadir memberikan orasi secara langsung, di antaranya mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan politisi perempuan, Dewa Sri Wigunawati. Sebagiannya lagi ada yang diwakilkan dan ada juga yang tidak hadir sama sekali.

Tidak hanya calon anggota DPD, perwakilan atau jurkam dari masing-masing parpol atau tim pemenangan pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi juga tidak hadir.

Saat acara deklarasi dimulai sekitar pukul 10.00, masyarakat yang hadir cukup banyak. Karena sesi orasi dengan durasi lima menit itu berlangsung saat matahari sedang terik, membuat masyarakat meninggalkan acara.

Soal sepinya pendengar orasi, Ketua KPU Bali Dewa Agung Gede Lidartawan menyebutkan,  pihaknya sudah menyebarkan undangan, baik ke sekolah-sekolah maupun universitas.

“Tadi banyak kok,  saat dimulai sekitar pukul 10.00. Tapi kalau mereka (masyarakat) betah pasti masih di sini. Jangan dibalik, masyarakat tidak mau datang,” tukasnya.

Namun dia mengatakan, sepinya pendengar orasi, bisa dijadikan pelajaran banyak pihak. Tidak terkecuali pihaknya selaku penyelenggara. Karena ada beberapa kemungkinan yang membuat agenda orasi justru sepi.

Bisa jadi, kata dia, masyarakat sudah mengetahui program partai atau calon yang ikut dalam Pemilu kali ini. Atau, yang menjadi jurkam (juru kampanye) tidak lihai menyampaikan program.

“Ini introspeksi buat kami juga. Bisa juga karena waktu orasi yang tidak tepat. Mesti dijadwalkan pada pagi atau malam hari,” sebut mantan Ketua KPU Bangli ini.

Kendati begitu, sambungnya, kegiatan deklarasi yang mengawali musim kampanye ini berlanjut sampai malam hari dengan beberapa hiburan. “Ini kan berlanjut sampai malam. Stand mereka (parpol dan calon DPD) juga masih ada. Jadi pembelajarannya lanjut sampai malam,” pungkasnya.

(bx/hai/aim/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia