Minggu, 22 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Namsore Band Mantap Dengan Single Bertajuk ‘Muak’

25 Maret 2019, 15: 10: 04 WIB | editor : I Putu Suyatra

Namsore Band Mantap Dengan Single Bertajuk ‘Muak’

MUAK: Namsore segera akan meluncurkan single bertajuk ‘Muak’. Dengan beberapa karya lainnya. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Namsore yang diambil dari singkatan Enam Sore adalah group band bentukan 18 Juli 2018 silam yang cukup moncer di dunia hiburan. Khususnya industri musik di Bali. Band tersebut beranggotakan para personil yang sudah mapan menjajal seni musik.  Wira adalah eks Postman dan Chick Magnet band yang berada di posisi guitar dan Vocal. Lalu ada Tom yang juga mantan personil band Chick  Magnet mengambil peran sebagai Bassist dan Dopel yang berasal dari Snap Rawks band mantab dengan posisi drum.


“Berawal dari keisengan Wira yang membuatkan studio latihan untuk Kevin, anaknya. Setelah melihat anaknya bertumbuh kembang dalam bermusik, tergugah rasa keinginan untuk kembali membentuk sebuah band, kemudian Wira mengajak saya dan Dopel untuk kembali membuat band, yang jenis musiknya tidak jauh dari band kita terdahulu,” jelas Tom kepada koran Bali Express (Jawa Pos Group) saat acara perilisan single terbaru Namsore Band, Sabtu kemarin (23/3).


Awalnya, lanjut Tom, band Namsore hanya rutin meng-cover lagu band Punk dari Washington, America, MXPX, seperti, ‘Let’s Ride’, ‘Doing Time’, ‘Responsibility’, ‘Chick Magnet’. Seiring berjalannya waktu, mereka pun mencoba untuk menciptakan lagu sendiri. Berlahan namun pasti, Nam Sore sukses menciptakan dua lagu berbahasa Indonesia. Diantaranya berjudul ‘Bergegas’ dan ‘Terdepan’ yang sudah kami rekam di 49wreckchord milik Dimas, Instant Karma pada awal bulan Desember, 2018 lalu.


“Meski terbilang band baru, namun kami sudah menjajal beberapa panggung di Bali. Ini berawal dari pertemanan yang sangat baik antara Tom dengan Koter, Bass sekaligus vocalis dari Racun Timur Menggoda Band yang akhirnya Koter banyak membantu Namsore mencarikan panggung, seperti, Twice Bar, Gimme Shelter, Locally Session at Boshe VVIP Bali, dan Stel Peleng. Salah satu acara besar untuk Namsore adalah pada tanggal 22 Februari 2019 lalu, kami juga turut serta memeriahkan acara Total Chaos World Tour 2019, bertempat di Pantai Mertasari, Sanur-Bali,” sahut Wira. 


Keseriusan Namsore Band pun masih terasa hingga saat ini. Dan eksistensi kehadiran band tersebut di tengah derasnya perkembangan industri musik Bali kembali dibuktikan lewat single ketiga pada awal tahun 2019. Lagu terbaru ini pun diberi judul ‘Muak’. Terkait lagu baru tersebut, Wira mengaku, terinspirasi dari salah satu band ternama tanah air, Andra & The Backbone. 


“Lagu ini menceritakan tentang lelaki (pertama) yang menyukai seorang wanita, entah sudah beberapa kali lelaki tersebut mencoba untuk mendekati wanita yang disukainya ini, namun selalu saja ada lelaki lain yang juga menyukai dan ingin bersaing mendapatkan wanita tersebut. Meski sejatinya wanita itu juga memiliki perasaan yang sama kepada lelaki (pertama), akan tetapi lelaki itu lebih memilih untuk pergi karena sudah muak akan segala keadaan dan perjuangan selama ini,” ungkap Wira. 


Dengan warna musik asik di single ketiga yang lengkap dengan video klip-nya ini, Wira sangat berharap untuk bisa diterima oleh penikmat musik tanah air, khususnya di Bali. “Sembari kami menunggu proses final dari dua lagu yang lain, yakni ‘Bergegas’ dan ‘Terdepan’ yang akan segera meluncurkan video clip teranyar yang di tayang di  channel youtube Namsore band Official dan juga tayang ditelevisi nasional,” lanjutnya.


Terkait pemilihan nama dari band tersebut, Doper mengatakan jika kata Namsore sendiri berasal dari singkatan kata Enam Sore yang memilliki beberapa arti yang penting. pertama, Bali sangat identik dengan Sunset, dimana pada saat pukul 6 sore matahari mulai terbenam. “Dan biasanya kan waktu seperti itu wisatawan selalu menikmatinya dengan sebotol bir dan iringan lagu dipinggir  pantai. Dan Kemudian arti yang kedua adalah jadwal kami latihan. Kapanpun harinya, tetap pada waktu yang selalu sama pukul 6 sore. Dan juga arti lainnya adalah Bali yang mayoritas penduduknya umat Hindu, juga melaksanakan persembahyangan Tri Sandya pada pukul 6 sore. Betapa  religiusnya  kami,” ungkap Doper.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia