Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Ongkos Tak Dibayar, Pekerja Bongkar Bangunan Rp 4,1 M IKM Celuk

25 Maret 2019, 17: 48: 44 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ongkos Tak Dibayar, Pekerja Bongkar Bangunan Rp 4,1 M IKM Celuk

DIBONGKAR: Bangunan gedung industri kecil menengah milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar yang baru rampung dibongkar kembali oleh pemborongnya, di Desa Celuk, Sukawati, Gianyar, Senin (25/3). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Pembangunan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati yang merupakan proyek Pemkab Gianyar di bawah OPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan dibongkar kembali oleh pekerjanya, Senin (25/3). Hal itu dilakukan karena proyek dengan nomor kontrak 511.2/2268/DISPERINDAG, PT Marabuntha Ciptalaksana (MC) lepas tanggungjawab. Bahkan PT MC tidak membayar sub-sub kontraktor yang telah merampungkan bangunan fisik dengan nilai pekerjaan Rp 4.173.966.000. 

Saat Bali Express (Jawa Pos Group) datang ke lokasi, tepat pada pukul 12.00 para pekerja mengawali membongkar dengan penuruan genteng bangunan yang berlantai dua tersebut. Salah satu sub-kontraktor, Supriadi mengatakan aksi nekat membongkar bangunan itu disebabkan Disperindag tidak ada respons terkait pembayaran kepada pekerja.

Ia mengaku pekerja menuntut kejelasan dari Disperindag terkait pembayaran proyek yang didanai dari APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2018. Supriadi juga mengaku kerugian dari pengerjaan proyek tersebut mencapai Rp 3,9 miliar. "Pembongkaran ini kami lakukan karena tekanan dari bawah,  yaitu para pekerja. Mereka yang minta ongkos sementara kami sebagai sub kontraktor belum dibayar," terangnya. 

Dalam kesempatan itu, Supriadi menambahkan proyek di sana dikerjakan pada 19 Juli 2018 itu seharusnya rampung setelah 140 hari atau bulan Desember 2018 lalu. Ketika proyek berjalan sekitar 77 persen, para pekerja sudah mulai khawatir PT MC tidak melakukan pembayaran. Sehingga proyek tersebut sempat mangkrak selama 1 bulan. 

“Ketika itu Pak Kadisperindag Gianyar minta agar proyek dirampungkan. Walaupun sudah merasa waswas, kami berusaha sesuai target dengan jaminan Pak Kadis sendiri yang nyatakan uang ada di dinas dan aman. Maka kita yakin, dan saat rampung  tidak ada respons sama sekali," papar Supriadi. 

Ia mengaku upaya komunikasi dan koordinasi dengan Disperindag dan PT MC telah dilakukannya. Tetapi para pekerja dikatakan hanya mendapatkan janji-janji manis saja. Bahkan para pekerja akan terus melakukan pembongkaran hingga ada kejelasan dari Disperindag terkait pembayaran pada bangunan tersebut, berupa material maupun tenaga. 

Sedangkan  dikonfirmasi terpisah, Kadisperindag Gianyar, I Wayan Suamba mengaku sedang melaksanakan rapat.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia