Senin, 23 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Plafon SDN 2 Pejeng Kangin Ambruk, 1 Siswa Luka

25 Maret 2019, 18: 09: 15 WIB | editor : I Putu Suyatra

Plafon SDN 2 Pejeng Kangin Ambruk, 1 Siswa Luka

RUSAK : Tampak plapon yang ada di SD Negeri 2 Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar diperbaiki pasca menimpa siswa yang hendak belajar, Senin (25/3). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Ruangan kelas 3 di SD N 2 Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar ambruk Senin (25/5). Kejadian tersebut tepat pada siswa hendak mengikuti mata pelajaran jam terakhir. Sebanyak 21 siswa yang ada di dalam kelas. Satu orang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan Puskesmas setempat. 

Kepala SD Negeri 2 Pejeng Kangin, Ida Ayu Nyoman Sukarini menjelaskan kepada Bali Express (Jawa Pos Group) saat kejadian ia sedang berada di ruangan Kepsek. "Saat itu saya masih ada di dalam ruangan, seketika saya dengar suara brukk. Saya keluar ternyata plafon di ruangan kelas 3 itu ambrug. Kejadiannya tepat pergantian jam mata pelajaran, gurunya juga akan mau masuk ke dalam ruangan," terangnya. 

Saat itu siswa sudah ada di dalam kelas, namun ia mengaku sebanyak 21 siswa kelas 3 sudah tahun plafon akam roboh pada sisi timur. Sehingga mereka sempat menggeser bangku ke arah barat, ketika terdengar suara retakan bergegas mereka langsung masuk ke kolong meja. Namun naas, ternyata seluruh plafon ambruk dan satu siswanya tertimpa lantaran masih berdiri akan memperbaiki meja. 

"Dulu memang sempat bocor terus, gentengnya rusak. Sedangkan plafonnya sudah diketahui akan roboh namun dikira masih kuat menahan beban. Makanya saya langsung beberapa waktu lalu rapatkan dengan komite dan rencananya segera diperbaiki, tapi keburu ambruk," papar Ida Ayu Sukarini. 

Ia juga menambahkan bangunan tersebut sudah sempat direnovasi, terakhir pada tujuh tahun lalu.  Mengingat ruangan kelas 3 diperbaiki, untuk pembelajaran besok (hari ini) akan dirembugkan kembali dan rencananya akan dibagi kelas pagi dan siang. 

Sedangkan saat ditemui di rumahnya, korban tertimpa plafon, I Ketut Artayasa siswa kelas 3 asal Banjar Cagan, Pejeng Kangin tampak kepalanya dijarit pada lukanya di dua bagian. Ia mengaku satu luka harus mendapatkan dua jaritan, sehingga totalnya empat jaritan. Lantaran harus kontrol ke Puskesmas selama dua hari, ia diperbolehkan beristirahat di rumah agar keadaannya membaik. 

"Tadi itu kena plafon, karena saya berdiri sendiri akan mau perbaiki meja. Coba kalau duduk dan langsung masuk kolong meja tidak akan luka," sesalnya. 

Saat kejadian ia mengaku hanya terjadi beberapa detik saja, ia ditimpa plafon dan bajunya penuh darah.  Selain dirinya ada satu temannya yang tertimpa plafon juga, namun hanya lecet-lecet  saja. Ia mengaku di sekolah sudah sering mendapatkan pelatihan kebencanaan gempa, sehingga ketika ada bahaya mengancam langsung masuk ke kolong bangku dan itu langsung dipraktikkan oleh mereka.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia