Rabu, 24 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Gelombang Tinggi, Nelayan Pasut Absen Melaut

25 Maret 2019, 21: 29: 07 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Gelombang Tinggi, Nelayan Pasut Absen Melaut

ABSEN MELAUT : Akibat gelombang tinggi, sejumlah jukung milik nelayan di Pantai Pasut, Desa Tibubiu diparkir, Senin (25/3). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, TABANAN - Empat hari belakangan ini nelayan di Pantai Pasut, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan, Tabanan absen melaut. Hal  ini disebabkan tingginya gelombang laut, mencapai 3 meter. 

Dari pantauan di lapangan, sejumlah perahu nelayan tampak parkir berjejer di tepi Pantai Pasut. Kondisi ini juga terjadi di Pantai Yeh Gangga di Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Tabanan, I Ketut Arsana alias Sadam mengatakan, nelayan di Pantai Pasut sudah tidak melaut sejak empat hari karena gelombang tinggi. Bahkan, Senin pagi (25/3) tinggi gelombang mencapai 3 meter. "Nelayan di Pantai Pasut sudah empat hari tidak melaut karena gelombangnya tinggi, sampai 3 meter," ujarnya. 

Melihat kondisi tersebut, dia mengimbau  seluruh nelayan untuk sementara waktu menunda menangkap lobster maupun ikan. "Karena gelombang saat ini tinggi dan bertubi-tubi, jadi kalau dipaksakan, akan berbahaya. Nelayan sudah kami imbau," jelasnya seraya menambahkan, Selasa (26/3) hingga Senin (1/5) diperkirakan gelombang akan kembali normal.

Selama tidak melaut, diakui Sadam, para nelayan bekerja di sawah karena kebetulan saat ini sedang musim tanam. Ada pula yang membenahi jaring agar saat melaut, sudah kembali siap. "Saat ini di Pantai pasut sudah mulai ada lobster, sementara ikan lain seperti layur sudah menjauh," lanjutnya sembari mengatakan, keseluruhan nelayan di Tabanan mencapai 1.036 orang dengan total perahu 341.

(bx/ras/aim/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia