Rabu, 22 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Terhitung Januari-Maret Imigrasi Singaraja Deportasi 10 WNA

25 Maret 2019, 21: 46: 48 WIB | editor : I Putu Suyatra

Terhitung Januari-Maret Imigrasi Singaraja Deportasi 10 WNA

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Sebanyak 10 orang Warga Negara Asing (WNA) dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja. Mereka dideportasi dalam kurun waktu Januari hingga Maret 2019. Langkah itu dilakukan lantaran WNA tersebut melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Mereka masing-masing 2 Orang Warga Italia, 3 Orang Warga Tiongkok, serta masing-masing 1 Orang dari Amerika Serikat, Malaysia, Jerman, Australia, dan Ceko. WNA yang dideportasi itu ditemukan di Tiga Kabupaten di Bali yaitu Buleleng, Jembrana dan Karangasem, sesuai dengan wilayah kewenangan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja.

Dari 10 WNA yang dideportasi, dua diantaranya sebelumnya tinggal sementara di Kabupaten Buleleng. Yakni WNA asal Negara Italia berinisial PC yang disebut-sebut menjadi Instruktur penari Zumba dan LB warga Negara Ceko yang disebutkan menjadi pelatih yoga di Desa Tejakula.

Kasi Inteligen dan Penindakan Keimigrasian Thomas Aries Munandar menjelaskan, penindakan berupa deportasi terhadap 10 WNA tersebut, setelah sebelumhya dilaksanakan Oprasi Gabungan dalam kurun waktu Bulan januari hingga Maret 2019, bersama dengan Badan Kesbangpol Buleleng, Polres Buleleng, Kodim Buleleng, Kejaksaan Negeri Buleleng dan Instansi terkait lainnya.

Menurutnya, penindakan Oprasi gabungan hingga proses penindakan berupa Deportasi ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga stabilitas dan untuk mempersempit pelanggaran yang dilakukan oleh WNA di Indonesia. Mereka yang dipulangkan ke negara asalnya dengan berbagai persoalan.

Mulai dari terjerat kasus narkoba, kasus penipuan, hingga melakukan penyalahgunaan ijin tinggal. Dengan deportasi ini, mereka pun akan dicekal dan tidak diijinkan berkunjung ke Indonesia.“Kami pihak Kantor Imrigrasi mengusulkan mereka dicekal 6 bulan, tapi yang menentukan nanti dari Direktorat Jendral Imigrasi,” jelasnya.

Selain telah mendeportasi 10 WNA, dalam waktu dekat, Pihak Kantor Imigrasi Singaraja juga akan melakukan tindakan yang sama terhadap dua orang WNA asal Belanda. Mereka adalah JB dan KF. Kedua WNA tersebut merupakan pasangan suami istri yang diketahui menjalankan usaha penginapan atau villa di Wilayah Kecamatan Seririt dan Desa Sambangan.

Kedua orang asing tersebut memegang ijin tinggal kunjungan dan visa terbatas untuk lansia. “Kedua ijin tinggal mereka itu berbeda. Sang suami JB memegang ijin tinggal kunjungan, sementara Istrinya KF memegang visa tinggal terbatas untuk wisatawan lanjut usia. Dimana ada indikasi keduanya menyalahgunakan ijin tinggal,” tutupnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia