Senin, 23 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Longsor di Selat Peken, Tujuh KK Terisolasi

25 Maret 2019, 23: 10: 25 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Longsor di Selat Peken, Tujuh KK Terisolasi

LONGSOR: Dapur milik Wayan Parayasa yang tergerus longsor, Senin (25/3). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI – Sedikitnya tujuh KK terisolasi akibat longsor yang terjadi di Dusun Selat Peken, Desa Selat, Kecamatan Susut, Bangli, Minggu sore (24/3). Salah seorang warga yang rumahnya manjadi korban adalah  Wayan Parayasa, 30.

Warga Dusun Selat Peken, Desa Selat, Kecamatan Susut, Bangli, hanya bisa pasrah menyaksikan bangunan dapur miliknya amblas. Hujan yang terjadi Minggu sore (24/3) sekitar pukul 15.30 membuat dapurnya runtuh. Selain dapur, satu palinggih panunggun karang (bangunan suci) juga ikut tergerus.

Menurut Parayasa,  satu persatu bangunan di sekitarnya  amblas. Pertama tiang listrik, kemudian jalan termasuk gapura rumahnya menyusul. "Baru beberapa menit kemudian, dapur saya yang roboh, langsung ambruk. Saya lihat kejadiannya secara langsung," tutur Parayasa.

Hal itu juga dibenarkan I Wayan Togog, 70. Ayah Parayasa mengaku, sebelum kejadian, dia beserta anggota keluarga yang lain sempat keluar masuk dapur. Semula

dirinya sudah curiga karena tembok dan pondasi dapur retak. Khawatir terjadi apa-apa, barang di dapur langsung dipindah ke tempat aman. "Kami sempat mengamankan barang-barang dapur," tuturnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Senin pagi (25/3).

Selain tanah labil akibat hujan, rupanya di bawah akses rumah Togog terdapat gorong-gorong air yang cukup besar. Togog menduga, debit air yang melebihi kapasitas membuat gorong-gorong berkedalaman delapan meter itu amblas. Pondasi di atas saluran air itu lantas ikut amblas. "Inggih kari waswas titiang (saya masih waswas)," kata dia.

Akibat kejadian itu, dia dan istri, beserta anak yang lain tidur di bale daja (bangunan utara). Itu masih aman karena jaraknya sekitar 7 meter dari titik amblas. Togog tidak berani tidur di kamar lantaran bangunan rumahnya paling dekat dengan lahan dapur. "Sekarang kamar saya ikut retak-retak," ucapnya seraya mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 150 juta. "Semua (keluarga) selamat. Bersyukur sementara sudah dapat bantuan makanan dan barang-barang," pungkas Togog.

Tidak hanya Wayan Togog dan keluarga yang terdampak, ada enam kepala keluarga (KK) yang terisolasi akibat longsor.. "Sementara belum bisa dilalui sepeda motor karena jalan sudah putus," kata Kepala Dusun Selat Peken, I Nyoman Kandra.

Melihat kondisi itu, pihaknya berharap akses jalan setapak tersebut segera ditangani. “Kami berharap kepada instansi terkait agar segera memperbaiki akses jalan setapak untuk enam KK ini, agar aktivitas mereka bisa kembali normal,” pintanya. 

(bx/aka/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia