Senin, 22 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Menjaga Persatuan, Warga Pakuseba Gelar Tradisi Magibung

26 Maret 2019, 18: 50: 17 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Menjaga Persatuan, Warga Pakuseba Gelar Tradisi Magibung

MAGIBUNG : Desa Pakraman Pakuseba, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Selasa (26/3) menggelar tradisi magibung. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Desa Pakraman Pakuseba, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar memiliki tradisi unik. Setiap piodalan yang jatuh pada hari Anggara Kasih Prangbakat, Selasa (26/3), masyarakat setempat melaksanakan tradisi magibung. Konon tradisi ini sempat hilang, tetapi tahun 2008 kembali dibangkitkan untuk menyatukan warga.

Penyarikan Desa Adat setempat, I Wayan Windi Adnyana mengatakan, tradisi yang sempat hilang itu dibangkitkan kembali sebagai wujud kebersamaan dalam bermasyarakat, mulai dari hidup saling gotong-royong, hingga kesetaraan sesama warga.  "Memang tradisi ini sempat hilang, tidak tahu penyebabnya. Namun tahun 2008, bertepatan dengan pemelaspasan di Pura Desa Pakuseba, tradisi ini dibangkitkan kembali," terangnya. 

Ia menambahkan, kebersamaan, gotong royong dan kesetaraan  di antara warga harus diteruskan untuk anak cucu mereka.  Tradisi yang dilakukan di pelataran Pura Desa, diawali dengan menyiapkan masakan hingga prosesi magibung melibatkan seluruh warga. Usai menikmati makan  bersama, seluruh warga  membersihkan sisa makanan untuk dibuang sesuai jenis sampah.

Wayan Windi mengatakan, tradisi ini digelar setiap enam bulan sekali, bertepatan dengan Puja Wali, Anggara Kasih Prangbakat. Dalam pelaksanaannya, warga yang dibagi dalam beberapa kelompok ini dihidangkan sajian berupa nasi putih, lawar hingga sate. Tercatat ada dua ratus warga yang ikut magibung, mereka makan bersama dengan menu yang juga sama, sebagai bentuk kesetaraan di antara warga.

Saat tradisi magibung digelar, seluruh warga yang bekerja di luar kota juga ikut bergabung. Tak terkecuali Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun,  juga ikut memeriahkan tradisi tersebut. Wakil Bupati Asal Puri Agung Gianyar ini tampak sangat menikmati menu yang disajikan. Ia pun berpesan agar  tradisi magibung ini tetap dilestarikan untuk menjaga budaya Bali yang adi luhung, lebih-lebih tradisi tersebut mampu mempersatukan warga adat. "Ini harus tetap dijaga agar warga adat bisa bersatu, gotong-royong, setara dalam setiap kesempatan," ungkapnya.

(bx/ade/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia