Senin, 22 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tergiur Bonus Proyek Jalan, Warsa Ketipu Ratusan Juta

26 Maret 2019, 19: 32: 58 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Tergiur Bonus Proyek Jalan, Warsa Ketipu Ratusan Juta

BERI KETERANGAN: Pelaku memberi keterangan usai diamanakan di Klungkung. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, BANGLI - I Nyoman Saka Warsa, 44, warga Banjar Merta, Desa Awan, Kintamani, Bangli diduga jadi korban penipuan ratusan juta oleh Ni Wayan Sri Mahayani alias Jero Manik, 45, asal Banjar Selati, Desa Bunutin, Kintamani, Bangli. Persoalannya, Saka Warsa menyerahkan sejumlah uang senilai Rp 223 juta untuk modal kerja sama proyek peningkatan jalan di Denpasar dan Bangli.

Parahnya, Jero Manik meyakinkan korban mengatasnamakan kontraktor, juga mengiming-imingi korban dengan imbalan bonus 20 persen dari modal yang diserahkan sebelumnya. "Jero Manik digiring ke Mapolsek Bangli karena terbukti menipu ratusan juta dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi," kata Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Selasa (26/3). 

Kasus itu bermula saat korban menawarkan kerja sama kepada tersangka terkait proyek peningkatan jalan, 17 Agustus 2018. Untuk meyakinkan korban, tersangka menunjukkan lokasi proyek di Desa Demulih, Kecamatan Susut, Bangli dan kawasan Renon, Denpasar. Korban tertarik dan menyerahkan uang Rp 223 juta untuk mengadakan bahan.

Dari sejumlah modal itu, tersangka menjanjikan keuntungan sebesar 20 persen kemudian diserahkan berupa tiga cek tunai. Masing-masing sebesar Rp 100 juta, Rp 117 juta, dan Rp 31,2 juta. Namun ketika korban mencairkan cek tersebut, pihak bank menyatakan cek tidak bisa dicairkan lantaran saldo rekeningnya tidak mencukupi. "Korban langsung menanyakan ke pelaku, meminta kwitansi pembelian bahan. Namun  pelaku mengembalikan uang Rp 100 juta saja. Kwitansi mengatasnamakan orang lain," kata Sulhadi.

Lanjut Sulhadi, pelaku mencatut dua orang dalam kwitansi pembelian bahan itu, tetrapi dua orang itu diketahui tidak pernah menjalin kerja sama dengan pelaku. Dengan kata lain, pelaku menunjukkan kwitansi fiktif. "Dua orang itu menyatakan tidak pernah menandatangani kwitansi. Sudah tidak kerja sama lagi dari 2017," terangnya.

Sebelum peristiwa ini dilimpah ke kepolisian, antara korban dan pelaku sempat mediasi sekitar Desember 2018 hingga akhir Januari 2019. Saat itu, korban menuntut pelaku mengembalikan uang Rp 130 juta. "Karena tersangka belum bisa memenuhi permintaan korban, kasus ini dilanjutkan. Korban rugi Rp 100 juta," ungkap Sulhadi.

Berdasarkan laporan itu, tim Opsnal Polsek Bangli menyisir keberadaan pelaku. Sempat dicari di kediamannya di Desa Bunutin, Kintamani, tetapi pelaku tidak ada. Berbekal informasi masyarakat, tim bergerak ke wilayah Klungkung dan berhasil mengamankan pelaku, termasuk barang bukti seperti sejumlah cek dengan total nilai ratusan juta, surat perjanjian kerja sama, dan sejumlah kwitansi

(bx/aka/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia