Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Sorga Tanam Pisang di Jalan

26 Maret 2019, 21: 10: 15 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Sorga Tanam Pisang di Jalan

TANAM PISANG - Warga Dusun Sorga menanam pisang di jalan, sebagai bentuk protes atas sikap pemerintah yang tak kunjung memperbaiki jalan tersebut (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SERIRIT - Warga Dusun Sorga, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt melayangkan protes. Mereka menggelar aksi menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk kekecewaan atas kondisi jalan yang benyah latig yang tak tersentuh perbaikan sejak 36 tahun. Kekecewaan itu semakin memuncak setelah usulan perbaikan jalan melalui Musrenbang selalu kandas.

Salah seorang warga Dusun Sorga, Putu Rastika 43, Selasa (26/3) mengatakan,  sebanyak 10 pohon pisang ditanam warga di sejumlah titik jalan yang rusak, Senin (25/3) pagi. Mereka mengaku geram sekaligus kecewa, lantaran usulan perbaikan jalan tak pernah direspon pihak pemerintah.

Menurut Rastika, ruas jalan yang rusak  mencapai setengah kilometer.  Lantaran sering dimanfaatkan sebagai akses perekonomian, warga pun terpaksa turun tangan melakukan perbaikan sendiri secara swadaya. "Perbaikannya atas sumbangan-sumbangan warga di sini, Musim kemarau kami perbaiki, masuk musim hujan ya rusak lagi," ungkapnya.

Dengan aksi penanaman pohon pisang, Rastika berharap agar pihak pemerintah segera membantu masyarakat di dusun setempat, memperbaiki jalan tersebut. Bila tak kunjung mendapatkan respon, kata Rastika, masyarakat akan kembali menanam pohon pisang dengan jumlah yang lebih banyak.

"Mau tidak mau, sekarang mobil tidak bisa lewat. Mobil-mobil itu memamg melewati jalan ini untuk mengangkut hasil perkebunan. Namun setelah jalan kami perbaiki, akan rusak lagi karena dilintasi mobil-mobil itu. Biar mobil  lewat jalan lain saja," tutupnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Lokapaksa, Wayan Ariadi membenarkan jalan penghubung Dusun Sorga dengan Desa Ularan, Kecamatan Seririt mengalami kerusakan sejak lama. Terkait adanya aksi penanaman pohon, ia mengaku, baru tahu pada Selasa (26/3).

Ariadi berharap pihak Dinas PUPR Buleleng segera menenangkan warga, dengan memberikan pernyataan kapan jalan tersebut diperbaiki.

"Mungkin persoalannya tidak ada anggaran. Namun saya harap Humas Pemkab atau Dinas PUPR segera membuat pernyataan. Saat ini saya kesulitan menjawab, kapan akan diperbaiki karena kewenangannya ada di Dinas PUPR," ucapnya.

Menurutnya, Warga tidak nyaman setiap hari melintasi jalan tanpa lapisan aspal. Selain itu, kerusakan jalan ini juga membuat anak-anak sekolah tidak nyaman ketika pergi ke sekolah. Terlebih yang melintas bukan warga dari Lokapaksa dan warga Desa Ularan, Kecamatan Seririt saja, tetapi dari Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu juga melintasi ruas jalan ini. Bahkan, ketika musim panen cengkeh, kopi dan buah-buahan, warga harus mencari jalan alternatif dan memutar untuk mengangkut hasil kebun ke Seririt.

Ariadi memaparkan, sesuai data, ada tiga ruas jalan di desanya yang sudah ditetapkan menjadi jalan kabupaten mulai tahun 2014 dan 2016. Pertama ruas jalan menuju kawasan pantai di Dusun Carik Agung sepanjang 1,2 kilometer, jalan menuju SDN 1 Lokapaksa sampai di Dusun Kembang Sari dengan panjang 4 kilometer. Selain itu, ruas jalan di Dusun Sorga, Desa Lokapaksa menuju Desa Ularan dengan panjang 1,2 kilometer.

“Ketiga ruas jalan itu, setelah berstatus jalan kabupaten, belum diperbaiki. Beberapa pejabat penting sudah sering melintasi jalan rusak ini. Kalaupun sudah mengetahui kerusakannya, upaya perbaikan tidak kunjung terealisasi,” katanya.

Ironisnya, sambung Ariadi, pemerintah desa sudah mengusulkan program perbaikan jalan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. Namun sayang, usulan selalu kandas dan gagal untuk mendapatkan pembiayaan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Ketut Suparta Wijaya mengaku, program perbaikan jalan kabupaten tersebut, untuk tahun ini memang belum direalsiasikan. Alasannya, karena keterbatasan anggaran perbaikan jalan kabupaten yang terus membengkak.

Suparta menyebut, perbaikan akan dilakukan mulai tahun 2020 mendatang. “Tahun depan sudah pasti usulan itu akan direalisaiskan, sedangkan tahun ini belum masuk,” tutupnya.

(bx/dik/aim/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia