Kamis, 22 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Plafon Ambruk, Siswa Kelas III SD N 2 Pejeng Kangin Belajar di Luar

26 Maret 2019, 22: 13: 02 WIB | editor : I Putu Suyatra

Plafon Ambruk, Siswa Kelas III SD N 2 Pejeng Kangin Belajar di Luar

BELAJAR DI LUAR: Siswa kelas III SD Negeri 2 Pejeng Kangin diajak belajar di halaman sekolah, Selasa (26/3). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Siswa kelas III SD Negeri 2 Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, melakukan kegiatan belajar sambil bermain di halaman sekolah, Selasa kemarin (26/3). Itu dilakukan sebagai langkah pihak sekolah menghilangkan trauma siswa lantaran puluhan siswanya itu sempat tertimpa plafon di dalam kelas. 

Kepala SDN 2 Pejeng Kangin, Ida Ayu Nyoman Sukarini kepada Bali Express (Jawa Pos Group) menjelaskan ada tiga ruangan akan diperbaiki bagian atasnya. Yakni ruangan kelas 3 yang palfonnya ambruk tersebut, ruangan kelas 2 dan satu ruangan guru. "Sementara hari ini kita beri siswa kelas 3 pembelajaran di luar kelas. Selain sesuai materi, juga riang gembira untuk menghilangkan rasa trauma kejadian yang kemarin mereka alami," paparnya. 

Dalam kesempatan itu, Dayu Sukarini juga mengaku meski kelas 3 dan kelas 2 proses belajarnya tidak seefektif seperti hari biasanya, namun kelas yang lebih tinggi belajar seperti biasa. Selain memang kekurangan kelas karena akan diperbaiki, dikatakan ketiga kelas itu masih dilakukan pembersihan. Mengingat akan direnovasi pada bagian atasnya. 

Sedangkan sisa kelas hanya 4 ruangan saja, pihaknya merancang siswa kelas V dan VI masuk mulai pukul 10.00. "Besok mungkin diatur jadwal pembelajaran anak kelas V dan VI belajar setelah anak kelas I dan II keluar sekitar pukul 10.00 nyambung sampai pukul 3 sore baru pulang," jelas perempuan asli Klungkung tersebut. 

Sedangkan terkait bangunan yang rusak itu, Dayu Sukarini mengaku masih berkoordinasi dengan komite, perwakilan orang tua siswa dan pihak Dinas Pendidikan. "Bupati sudah atensi katanya akan dikasi bantuan sesegera mungkin, supaya bisa direhab secepatnya. Baru saja kami juga berunding sama komite apakah rehab ini swakelola atau bagaimana jalan baiknya," papar dia. 

Sekdis Dikpora Gianyar, I Wayan Sadra saat ditemui di kantornya mengaku beberapa jam pasca kejadian telah langsung datang ke lokasi. Bahkan renovasi akan dilangsungkan hari ini dengan menggunakan dana kebencanaan yang memang dianggarkan khusus dari APBD. "Kita memang minta dana untuk antisipasi kebencanaan sebesar Rp 500 juta. Salah satu tujuannya ya seperti kejadian ini sesegera mungkin kita bisa tanggap. Sedangkan untuk di SDN 2 Pejeng Kangin ini dianggarkan Rp 200 juta, agar diganti bagian atasnya pada tiga ruangan itu demi keselamatan siswa," tegasnya. 

Terkait siswa yang melakukan proses belajar mengajar di halaman sekolah ia mengaku hal tersebut sebagai langkah meredam suasana yang sempat panik. Selain memang masih menunggu proses renovasi berlangsung dan mempersiapkan ruangan yang akan digunakan.

"Sementara beberapa hari kedepan untuk anak-anak kelas 3 itu belajarnya kurang respresentatif, sambil menyiapkan ruangan di perpustakaan atau dimana. Karena perbaikan kelas kan tidak mungkin sekarang diberi uang besok sudah selesai, pasti memerlukan waktu," tandasnya.

Meski sempat mengalami musibah, Sadra sendiri berharap para guru yang mengajar tidak lepas dari materi yang akan diberikan. Sehingga suasana proses belajar mengajar agar diupayakan semaksimal mungkin dengan fasilitas yang ada sambil menunggu bangunan selesai direnovasi.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia