Kamis, 22 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Lalat dari TPS Timbrah Serbu Warga di Paksebali

26 Maret 2019, 22: 16: 55 WIB | editor : I Putu Suyatra

Lalat dari TPS Timbrah Serbu Warga di Paksebali

SUMBER LALAT: TPS di Dusun Timbrah, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung menjadi sumber lalat yang belakangan menyebar ke pemukiman warga. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA- Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Dusun Timbrah, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung mengganggu warga. Sejak enam hari lalu, lalat di TPS milik Desa Paksebali itu masuk ke pemukiman warga dekat TPS. Perbekel Paksebali Putu Ariadi membenarkan kondisi itu saat dikonfirmasi kemarin (26/3).

Ariadi mengungkapkan, keberadaan lalat sudah ada sejak TPS mulai beroperasi 1 Maret 2019. Namun sejak sekitar enam hari lalu, jumlahnya semakin banyak dan menyerbu pemukiman warga. Sekitar 20 kepala keluarga (KK) terkena dampaknya. Lalat semakin banyak diperkirakan karena musim hujan beberapa hari ini. “Lalat menyerbu hingga ke pemukiman warga yang jaraknya sekitar 100 meter dari TPS,” ungkap Ariadi.

Mengetahui hal itu, pihaknya langsung bergerak melakukan penyemprotan dan membagikan alat semprot lalat, termasuk cairannya kemarin. Keberadaan lalat itu akan terus dipantau. Jika tidak bisa diatasi dengan disemprot yang dibagikan kemarin, maka akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Klungkung. “Syukurnya sampai sekarang kami belum mendengar lalat itu menyebarkan penyakit,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan, TPS dibuat di sana karena Tempat Olah Sampah Setempat  (TOSS) dan TPS3R milik desa tak bisa mengolah semua sampah yang dihasilkan masyarakat desa. Setiap hari rata-rata dua truk sampah dihasilkan masyarakat desa setempat. Namun tak semua bisa diolah. Sehingga harus ada dibuang ke tempat lain. Awalnya dibuang ke TPA di Banjar Blahpane, Desa Sidan, Gianyar. Namun karena saat ini tak boleh lagi membuang sampah ke sana, maka Desa Paksebali membuat TPS di Timbrah.

Lanjut dia, sampah yang dibuang ke TPS itu tetap akan diolah. Setiap hari ada petugas memilah sampah untuk dibawa ke TOSS dan diolah menjadi pelet. Ada juga dibawa ke TPS3R untuk diolah menjadi pupuk. “Tetap kok, tetap kami olah sampah yang dibuang ke TPS itu,” tegas Ariadi, meyakinkan.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia