Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Politik

KPU Badung Akui Pemilih Sulit Mencoblos

26 Maret 2019, 22: 52: 41 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

KPU Badung Akui Pemilih Sulit Mencoblos

RAPAT: Rapat Bawaslu Badung dengan agenda Fasilitasi dan Koordinasi Mitra Kerja dalam Rangka Pemilihan Umum Tahun 2019 di kawasan Sempidi, Mengwi, Selasa (26/3). (SURPA ADISASTRA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang berdampak pada jumlah surat suara. Ada lima surat suara yang mesti dicoblos oleh pemilih. Menariknya, saking banyaknya calon, beberapa surat suara menjadi cukup lebar. Bahkan lipatannya hingga lima kali. Hal ini tentu berdampak pula bagi waktu yang tersedia untuk mencoblos.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badung, I Wayan Semara Cipta, Selasa (26/3) mengatakan, pihaknya telah melakukan simulasi saat sosialisasi beberapa waktu lalu. Diakuinya, pemilih agak kesulitan dan membutuhkan waktu  lama untuk melakukan pencoblosan, terutama bagi lansia yang berusia 70 tahun ke atas. “Untuk membuka dan menutup surat suara saja dibutuhkan waktu sekitar dua menit. Itu belum mencari nama calon dan mencoblos,” ungkapnya dalam Rapat Bawaslu Badung dengan agenda Fasilitasi dan Koordinasi Mitra Kerja dalam Rangka Pemilihan Umum Tahun 2019 di kawasan Sempidi, Mengwi.

Seperti diketahui, Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Badung berjumlah 1.413 buah. Per TPS rata-rata ada 300 pemilih. Waktu pencoblosan akan start pukul 07.00 dan berakhir pukul 13.00. Sehingga ada waktu enam jam atau 360 menit bagi pemilih untuk menggunakan hak suara. Jika bilik suara hanya satu, waktu mencoblos tak mencukupi. Jika dua atau lebih, maka pencoblosan bisa berlangsung lancar. “Kami optimistis, semua pemilih bisa menggunakan hak pilihnya, karena sebelum pukul 13.00, kami akan upayakan seluruh pemilih sudah berada dalam kawasan TPS,” imbuh komisioner KPU, I Wayan Artana Dana bersama I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra.

Berkenaan dengan itu, KPU Badung terus menggenjot sosialisasi, terutama untuk pengenalan surat suara melalui warna. Guna memudahkan, dibuat istilah ‘AKU MEBIJA’, singkatan dari Abu-abu untuk surat suara presiden dan wakil presiden, kuning untuk surat suara DPR RI, merah untuk DPD RI, biru untuk DPRD provinsi, dan hijau untuk surat suara DPRD Kabupaten. “Agar lebih mudah mengenal dan mengingat, kami pakai istilah AKU MEBIJA,” tegas Semara Cipta yang akrab disapa Kayun.

Sementara itu, Bawaslu Badung juga tetap memantau jalannya persiapan Pemilu serentak yang diadakan untuk pertama kalinya di Bali. “Kami tentunya tetap memantau pelaksanaan persiapan pemilu sesuai tupoksi kami,” ungkap Ketua Bawaslu Badung, I Ketut Alit Astasoma.

Salah satu yang masih menjadi permasalahan krusial, kata dia, adalah kekurangan Pengawas TPS. Pasalnya, kuota yang baru terpenuhi adalah 1.069 pengawas. Artinya kurang 344 pengawas. “Permasalahannya adalah usia minimal 25 tahun dan minimal tamat SMA. Usia segitu sudah fokus bekerja,” terangnya pada rapat yang juga dihadiri Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Provinsi Bali, I Wayan Widyardana Putra.

Namun demikian, Koordinator Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu Badung, Made Pande Yuliarta menawarkan adanya saling tukar kelebihan personel KPU dan Bawaslu. Pasalnya, sebelumnya sudah ada 344 pendaftar Pengawas TPS yang tersandung syarat usia. Sementara di KPU Badung terdapat sejumlah KPPS yang memenuhi syarat sebagai Pengawas TPS. “Kami berharap hal ini dibicarakan,” ujar Pande yang disambut baik Kayun.

Di sisi lain, Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Badung, I Gusti Ngurah Bagus Cahya Sasmita mengatakan, pihaknya juga bersiap untuk melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) awal April mendatang. “Yang jelas, selama masa tenang, kami cenderung tidak tenang, karena harus memastikan seluruh APK benar-benar diturunkan, dengan harapan pemilu ini berjalan sukses,” tandasnya.

Rapat juga dihadiri pihak Satpol PP Badung, Kesbangpol Badung, Polresta Denpasar, Polres Badung, dan Kejaksaan Negeri Badung.

(bx/adi/aim/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia