Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dua Sekolah Rusak Akibat Bencana di Buleleng, Kerugian Rp 408 juta

27 Maret 2019, 19: 08: 00 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dua Sekolah Rusak Akibat Bencana di Buleleng, Kerugian Rp 408 juta

KORBAN BENCANA: Pegawai SDN 2 Kalisada, Kecamatan Seririt pasca diterjang bencana. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA-Disdikpora Buleleng mulai menghitung total kerugian atas rusaknya dua sekolah pasca diterjang bencana pada Sabtu (23/3) lalu. Dari hasil penghitungan, total kerugian atas rusaknya SDN 2 Kalisada, Kecamatan Seririt dan SDN 3 Bengkel, Kecamatan Busungbiu mencapai Rp 408 juta.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga, Made Astika mengatakan, pasca diterjang bencana,  tim teknis langsung  diturunkan ke sekolah terdampak bencana. Tim  mendata kerusakan yang terjadi sembari menghitung nilai kerugian.

Khusus di SDN 2 Kalisada, tim teknis menemukan kerusakan sarana prasarana belajar. Rinciannya, koleksi buku bacaan siswa di gedung perpustakaan sekolah. Ratusan buku mata pelajaran pegangan siswa sebagian ditemukan rusak parah. Pun dengan perangkat komputer yang berisi dokumen penting siswa dan guru tak luput dari terjangan banjir.

Selain sarana belajar, tim juga mendata kerusakan tembok penyengker sepanjang 10 meter. “Kalau buku perpustakaan dan buku pelajar itu rusak dan diganti baru satu paket sekitar Rp 50 juta. Ditambah alat peraga, komputer dan perbaikan penyengker sekolah lagi Rp 50 juta, sehingga kerugiannya sekitar Rp 100 juta,” ujar Astika, Rabu (27/3) siang. 

Sedangkan untuk di SDN 3 Bengkel, Kecamatan Busungbiu,  tim mendata kerusakan tembok penyengker sepanjang 22 meter. Begitu juga dengan senderan  setinggi 7 meter dan satu unit bangunan toilet dengan tiga bilik. Sehingga khusus di SDN 3 bengkel, nilai kerugiannya mencapai Rp 308 juta. 

Disinggung terkait proses belajar mengajar, Astika memastikan jika aktivitas pembelajaran di dua sekolah tersebut sudah berangsur normal. Meskipun pada Senin (25/3) lalu, siswa terpaksa dilibatkan untuk gotong royong

Sejauh ini, Astika mengaku  masih berkoordinasi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Buleleng. 

“Pastinya,  usulan penanganan dengan permanen itu ada, tetapi kami menunggu instruksi pimpinan apakah anggarannya di Disdikpora atau di instansi terkait lain seperti BPBD atau PUPR,” tutupnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia