Jumat, 21 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Pondok Jaka, Rumah Tua Ala Bali, Spot Utama Rumah Berumur 250 Tahun

27 Maret 2019, 20: 14: 58 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pondok Jaka, Rumah Tua Ala Bali, Spot Utama Rumah Berumur 250 Tahun

ARSITEKTUR KUNO: Selain menyajikan beragam atraksi wisata, wisatawan juga bisa tahu tentang arsitektur Bali kuno. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, ABIANSEMAL - Pondok Jaka saat ini menjadi destinasi wisata di kawasan Badung Utara, tepatnya di Desa Sangeh Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Destinasi ini menjadi favorit, tidak saja karena fasilitas yang dimilikinya, namun ada nilai sejarahnya.

Disebut Pondok Jaka karena kawasan Pondok yang terletak di sebelah selatan Hutan wisata Sangeh, yang dikelilingi pohon jaka atau aren dari berbagai usia. Sehingga masyarakat sering menyebut kawasan seluas 75 are ini dengan Pondok Jaka.

Pondok Jaka, adalah satu destinasi wisata di Kawasan Badung Utara yang mengandalkan rumah kuno Bali yang usianya diperkirakan mencapai 250 tahun sebagai spot utamanya. “Di Pondok Jaka ini, pengunjung bisa melihat rumah khas masyarakat Bali di masa lalu yang masih menggunakan arsitektur tradisional,” jelas Operational Manager Pondok Jaka, Gusti Buda ketika ditemui beberapa waktu lalu di Sangeh.

Memasuki areal Pondok Jaka, pengunjung akan disambut dengan rumah khas Bali yang masih menggunakan bahan baku tradisional mulai dari Tanah Polpolan untuk temboknya, pintu bamboo untuk di dapur dan sendi tanah untuk tiang utama di Bale Daja (utara) dan dirancang dengan konsep arsitektur Bali tradisional.

Areal rumah di Pondok Jaka ini, memiliki empat buah bngunan yang di bangun sesuai dengan tata letak dan konsep rumah Bali pada umumnya.  Mulai dari bangunan Paon (Dapur) yang terletak di sebelah selatan, Bale Dauh di sebelah barat, Bale Daje di utara sebagai rumah utama dan Bale Dangin di sebelah timur, Bale ini berfungsi sebagai tempat menyelenggarakan upacara Manusa Yadnya.

Selain rumah yang masih asli, di Pondok Jaka ini, pengunjung juga bisa menemukan beberapa peralatan pertanian tradisional yang saat ini sudah sangat jarang di gunakan, salah satunya adalah tengala (alat pertanian yang biasa digunakan untuk mengolah tanah sebelum ditanami padi). Adapula peralatan rumah tangga, seperti lesung untuk menumbuk padi dan beberapa piring dari batok kelapa.

Pondok Jaka ini dilanjutkan Buda saat ini selain bias menjadi salah satu destinasi wisata edukasi, khususnya tentang seni arsitektur Bali, Pondok Jaka ini juga bias menjadi salah satu destinasi wisata selfie alternative, khususnya bagi wisatawan memang hobby selfie dan fotografi. “Ini karena di kawasan Pondok Jaka ini, wisatawan akan dimanjakan dengan banyak spot foto yang berlatar belakang Bali di masa lalu,” lanjutnya.

Karena itu, Pondok Jaka ini selain dikunjungi oleh wisatawan umum, pondok Jaka ini juga sering dijadikan lokasi pemotretan baik itu foto pre wedding ataupun foto tema dengan latar belakang Bali klasik.

Untuk aktivitas fotografi ini, Pondok Jaka juga menyediakan fasilitas lengkap, khususnya untuk aktivitas foto tema. “Untuk foto tema ini, kami memiliki team khusus lengkap dengan property nya sehingga pelanggan bias memilih tema yang sudah kami sediakan, seperti tema pasar tradisional, tema kehidupan masyarakat tradisional dan lain sebagainya,” urainya.  

Tanpa Tiket Masuk, Hanya Donasi

UNTUK berkunjung ke Pondok Jaka ini, wisatawan tidak akan dikenakan biaya seperti halnya mengunjungi destinasi wisata lainnya. Ini dikatakan Buda karena pihaknya tidak menetapkan tariff masuk bagi pengunjung. “Jika wisatawan yang datang ingin menyumbang, kami persilakan di Bale dangin ada kota donasi, silakan masukan donasinya ke kotak tersebut,” jelsnya.

Sementara itu, untuk aktivitas fotografi, Buda menyebutkan jika pihak pengelola Pondok Jaka menetapkan tarif untuk melakukan aktivitas fotografi di kawasan ini. Mulai dari Rp 150 ribu per jam untuk foto pre wedding, hingga mulai dari Rp 5 juta untuk aktivitas foto konsep.

Selain belajar tentang arsitektur Bali di Rumah kuno, bagi wisatawan yang menyukai seni lukis, di kawasan Pondok Jaka ini juga terdapat studio lukisan yang menjual beragam jenis lukisan dari ukuran terkecil sampai dengan ukuran besar.

Untuk harganya, Buda yang juga merupakan salah seorang tokoh Seniman Badung ini mengatakan harga lukisan yang dijualnya mulai dari Rp 2 juta per buah sampai dengan puluhan juta per buah. “Untuk lukisan yang kami jual disini beragam, ini adalah hasil karya saya sebagai pelukis dan beberapa juga ada karya dari teman-teman pelukis yang ada di Kabupaten BAdung,” tambahnya. 

Pondok Jaka juga dilengkapi beberapa fasilitas wisata lainnya yang dijual dalam bentuk fun activity Pondok Jaka. Salah satunya adalah menjajal wahanan ayunan di Pondok Jaka Swing. Di wahana ayunan dengan tarif Rp 250 ribu ini, wisatawan sudah bisa berayun dengan latar belakang pemandangan hijau yang cantik.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia