Jumat, 24 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Tiga Kali Dentuman Keras Disusul Erupsi Gunung Agung, Warga Berlarian

28 Maret 2019, 20: 28: 13 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tiga Kali Dentuman Keras Disusul Erupsi Gunung Agung, Warga Berlarian

ERUPSI LAGI: Gunung Agung kembali mengalami erupsi pukul 18.25, Kamis (28/3). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, AMLAPURA - Gunung Agung, Karangasem kembali erupsi, Kamis (28/3). Secara kasat mata, erupsi  terjadi sekitar pukul 18.25 tersebut termasuk paling besar tahun ini. Sebelum terlihat kepulan abu vulkanis dari puncak kawah, warga di sekitar Gunung Agung mendengar suara dentuman yang amat keras. Suara itu membuat warga di Desa Sebudi, Kecamatan Selat berhamburan keluar rumah.

Perbekel Sebudi Komang Tinggal mengungkapkan, dentuman keras terdengar tiga kali berturut-turut memmekakkan telinga. Warga yang kaget dengan suara itu pun berhamburan keluar rumah. Namun karena cuaca di wilayah Sebudi berkabut, abu vulkanis tak langsung terlihat. "Kecil, muda, tua semua keluar rumah karena kaget," ujar Tinggal saat dikonfirmasi Bali Express (Jawa Pos Group) semalam.

Meskipun erupsi itu mengagetkan, hingga malam kemarin situasi di Sebudi tetap kondusif. Tak ada warga mengungsi. Mereka memilih menunggu instruksi pihak berwenang. Tinggal juga menyebutkan setelah terjadi erupsi tak ada paparan abu maupun hujan pasir sebagaimana terjadi di beberapa wilayah lainnya. "Warga Sebudi tetap waspada. Hasil koordinasi dengan 10 kadus di Sebudi, warga tidak ada mengungsi," jelas Tinggal.

Perbekel Ban, Kecamatan Kubu Wayan Potag juga mengatakan mendengar suara dentuman. Bahkan setelah erupsi terjadi hujan pasir di beberapa dusun di Ban. Di antaranya, Dusun Pucang, Dukuh, Belong, Temakung serta Panek. Kondisi itu membuat beberapa warga yang berada di Ban bagian atas turun ke Kantor Desa Ban. "Karena khawatir, warga kami turun ke kantor desa," jelasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa menegaskan, berdasarkan koordinasi dengan pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi yang terjadi dalam batas wajar karena aktivitas gunung tertinggi di Bali itu masih berada di level III (Siaga). Belum ada indikasi akan terjadi letusan besar. Tidak ada peningkatan aktivitas gunung. Pihaknya mengimbau warga di lingkar Gunung Agung tetap tenang.

Ia mengakui, sebelum terjadi letusan, warga mendengar suara dentuman keras. Sesaat setelah erupsi terjadi hujan abu dan pasir di wilayah Ban. Sekitar 20 orang warga Pucang menginap di rumah warga di Desa Ban bagian bawah.  "Mereka turun dari dusun karena khawatir," ujar Arimbawa.

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunungapi Agung di Desa Rendang, erupsi terekam di seismogram dengan aplitudo maksimum 25 mm dan durasi sekitar 2 menit 32 detik. Kolom abu tidak teramati  dari Pos Pengamatan. Namun terdengar suara gemuruh.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia