Jumat, 21 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bikin Bising, Polsek Sidemen Potong Knalpot Brong Truk

28 Maret 2019, 20: 38: 03 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bikin Bising, Polsek Sidemen Potong Knalpot Brong Truk

BIKIN BISING; Polsek Sidemen menindak truk yang menggunakan knalpot brong melintas di Sidemen. Penggunaan knalpot seperti menimbulkan suara bising. (POLSEK SIDEMEN FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, AMLAPURA - Truk menggunakan knalpot variasi brong termasuk banyak melintas di wilayah Karangasem. Suaranya bising. Polsek Sidemen yang melakukan razia truk, Kamis (28/3) menindak 10 truk menggunakan knalpot brong. Knalpotnya langsung dipotong di lokasi.

Kapolsek Sidemen AKP I Gede Suarmawa yang memimpin razia kemarin mengungkapkan, razia tersebut khusus mengincar truk berknalpot brong. Razia semacam itu sudah sering dilakukan. Mengingat truk yang banyak melintas di jalur utama Sidemen. Sebelum memutuskan langsung potong knalpot brong truk, pihaknya sudah berulang kali berupaya memberikan efek jera dengan menerapkan system tilang dan sekadar melepas knalpot. Namun ternyata masih saja ada sopir nakal.

“Dipotong biar tidak bisa dipasang lagi. Sudah sering ditilang masih tetap melanggar. Jadi kami bikin tindakan lebih tegas dengan dipotong, bukan dilepas,” tegas Suarmawa kepada Bali Express (Jawa Pos Group)

Selain menindak truk berknalpot brong, kepolisian juga mengimbau sopir truk agar tidak parkir di badan jalan. Apalagi yang parkir banyak truk berjejer. Hal itu mengganggu arus lalu lintas.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Karangasem I Gusti Agung Dwi Putra mengapresiasi tindakan yang dilakukan Polsek Sidemen. Tindakan tegas harus dilakukan secara terus menerus hingga tidak ada lagi truk berknalpot. Tidak hanya dilakukan terhadap truk yang melintas di Sidemen, namun di semua jalur di Karangasem. Karena suaranya bikin bising, mengganggu warga dan pengguna jalan lainnya. “Rumah saya kan dekat jalan raya yang banyak dilalui truk pengangkut material galian C, jadi saya tahu dampaknya,” ujar politikus asal Dusun Padangtunggal, Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem itu.

Selain knalpot brong, persoalan lain yang mesti disikapi dari truk yang melintas di Karangasem adalah ugal-ugalan truk. Misalnya kebut-kebutan saat tidak membawa apa-apa. Itu membahayakan. Apalagi melintas di jalan pedesaan. Sedangkan saat membawa material, seperti batu atau pasir, tak sedikit truk mengangkut melebihi tonase. Itu juga berbahaya. Berbahaya terhadap sopirnya sendiri, maupun orang lain. “Jalan juga cepat rusak. Kami minta polisi dan intansi terkait di Pemkab Karangasem bisa lebih tegas,” pinta politikus Partai Golkar itu. Seperti diketahui, truk banyak melintas di Karangasem karena adanya galian C di sejumlah desa di Karangasem.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia