Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Mengenal Ni Kadek Ari Murtini Dancer Muda Hebat (2-Habis)

29 Maret 2019, 15: 41: 53 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mengenal Ni Kadek Ari Murtini Dancer Muda Hebat (2-Habis)

RAMBAH FEMALE DJ: Memang menjadi sexy dancer, kemudian merambah sebagai female DJ, tetap melekat stigma negatif. Namun dia mengaku; bodo amat. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, KUTA - Sosok Ni Kadek Ari Murtini memang punya talenta yang hebat. Bakat dan kemampuan yang sesuai dengan passionnya ini benar-benar ia manfaatkan. Tidak hanya hebat di dunia seni tari modern dance, wanita yang akrab disapa Ari ini juga dikenal oleh hampir semua kalangan party lovers Bali sebagai seorang talent lokal female Disc Jockey (DJ) handal. Di balik turning table, Ari menamai dirinya dengan sebutan beken female DJ Aristefanina. 

Tentu dengan mengawali karir sebagai sexy dancer dan dunia entertainment, Ari mengaku menuyimpan segudang wawasan luas tetang dunia musik. Kesempatan itu pula yang dilakukannya untuk coba melebarkan sayap sebagai seorang DJ perempuan. “Berprofesi jadi DJ awal tahun 2018 ya. Sudah belajar DJ itu sebenarnya sudah sejak tahun 2016. Tapi benar-benar tekun belajarnya tahun 2017, karena waktu 2016 masih bener-bener belum bisa membagi waktu antara kuliah, kerja nari, latihan nari dan latihan nge-DJ,” jelas Ari kepada koran Bali Express (Jawa Pos Group).

Menurutnya, menggeluti profesi DJ tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Proses yang panjang untuk bisa mempelajari beragam teknik memainkan controller DJ hingga menguasai beragam jenis genre musik Electronic Dance Music (EDM) adalah sebuah hal yang mustahil bila tak diimbangi dengan tekad dan keseriusan.Tidak hanya itu, keberanian untuk coba melakukan hal yang baru adalah motivasinya dalam dunia tari dan musik.

“Kebetulan aku itu penyuka tantangan. Jadi semuanya aku coba geluti. Ternasuk belajar DJ. Awal tertarik jadi dj Juga memang karena suka aja sama musik dan kebetulan belajar DJ bersama ipar aku yang kebetulan berprofesi sebagai DJ di Bali yaitu Meta Wirawan. Awal-awal memang sangat susah. Untungnya, mental serta keberanian aku sudah terlatih. Dan hal ini yang manjadi landasan bagi aku,” tuturnya.


Dara cantik kelahiran 21 Februari 1999 ini juga mengaku sikap berani mampu menjadi ‘tameng’ terhadap anggapan sebagian orang yang merasa kehadiran DJ perempuan tidak memiliki kualitas dalam bermusik. Anggapan ‘murahannya’ lagi, pamor serta kehadiran para talent female DJ di dunia panggung hiburan hanya sekedar mengikuti tren yang lama-lama akan redup. Belum lagi, lanjutnya, stigma negatif dari sebagian masyarakat yang menganggap peran DJ perempuan hanya bermodalkan paras cantik dan keseksian tubuh. 


“Menurut aku, DJ itu tidak hanya untuk ditekuni oleh kaum pria, tapi di jaman sekarang wanita juga bisa menekuni profesi ini. Ngak salah dong dari muda sudah tau bakat dan ditekuni dari saat belia dan ada kesempatan kenapa ngak?. Dan juga bagi aku, profesi ini yang dibutuhkan adalah skill yang utama. Bukan kecantikan atau keseksian. Karena modal tampang pun bisa di ‘vermak’. Dan juga cantik itu relatif, kalau cantik tapi suka mainnya mixtape, ya sedih. Apalagi modal body dan ‘tete’ doang,” pungkas Ari dengan sedikit tersenyum.


Meski demikian, anak muda yang kerap mengikuti lomba dance sejak belia ini tidak memungkiri juga jika profesi nge-DJ tantangannya hampir sama dengan profesi sebagai dancer. Seperti dirayu lekaki hidung belang pun kerap ia hadapi kala show di balik turning table. Terlebih lagi, anggapan miring sebagian masyarakat tentang dunia kerja yang sangat lekat dengan gaya kehidupan malam. “Wah kalau di rayu udah sering banget. Tapi biasanya, kalau ngerayunya cuma sekedar bilang cantik, masih biasa aja. Tpi kalau ngerayu untuk ‘tidur’ ke tempatnya itu, aku no respon. Aku tidak semurah itu soalnya,” tegas Ari.


“Dan juga, memang awalnya juga aku ngak nyaman ngejalanin profesi DJ. Apalagi banyak yang nge-jugde, udah jadi dancer kok jadi DJ?. Terus pandangan mereka tentang DJ itu selalu negatif. Nah, hal ini yang bikin agak nge-down juga dulunya. Tapi sekarang mah udah cuek dan udah bodo amat. karena setiap orang punya penilaian masing-masing,” tutupnya.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia