Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Napi Lapas Tabanan Buat Miniatur Punggalan Barong

03 April 2019, 18: 16: 58 WIB | editor : I Putu Suyatra

Napi Lapas Tabanan Buat Miniatur Punggalan Barong

KREATIF: Napi Lapas Tabanan saat membuat punggalan barong celeng, Rabu (3/4). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Membuat keterampilan merupakan salah satu wujud pembinaan bagi para narapidana Lapas Kelas II Tabanan. Hal itu bertujuan agar para narapidana membiasakan diri dengan hal-hal positif, menghilangkan kejenuhan selama menjalani hukuman serta keterampilan yang dimiliki diharapkan nantinya bisa bermanfaat saat para napi keluar dari jeruji besi. Dan salah satu keterampilan yang kini tengah dikerjakan oleh napi Lapas Tabanan adalah membuat miniatur punggalan (bagian kepala,Red) Barong. Keterampilan itu pun banyak diminati pegawai Lapas 

Dari pantauan di lapangan, empat orang napi Lapas Tabanan nampak serius mengerjakan keterampilan berupa miniatur punggalan barong celeng hingga barong cat di bengkel kerja Lapas Tabanan. Bahkan tidak hanya membuat miniatur punggalan barong, mereka juga membuat tapel (topeng kayu,Red).

Staff Kegiatan Kerja Lapas Kelas II B Tabanan, I Wayan Esus Gunadi mengungkapkan bahwa sejumlah napi baru membuat miniatur punggalan barong sekitar dua minggu belakangan ini. Tentunya dalam membuat keterampilan maupun kerajinan tangan, mereka senantiasa memanfaatkan barang bekas. Dan kebetulan banyak masyarakat maupun pegawai Lapas yang menyarankan untuk membuat miniatur barong sehingga akhirnya para Napi memutuskan untuj membuat miniatur punggalan barong. "Dari dua minggu itu sudah ada 5 punggalan barong yang bisa diselesaikan," ungkapnya Rabu (3/4).

Selain memanfaatkan bahan bekas, para napi juga memanfaatkan apa yang ada di kebun Lapas Tabanan seperti kayu 

didapat langsung di perkebunan Napi Kelas IIB Tabanan. Sedangkan untuk cat, alat ukir, dan amplas memang sudah disediakan oleh Lapas Tabanan. "Tetapi sejauh ini mereka masih membuat untuj pesanan, ada yang pesan punggalan barong saja, ada juga yang pesan barong buntut. Yang mesan banyak pegawai Lapas dengan tarif menyesuaikan," paparnya.

Dirinya menuturkan jika awal mula pembuatan miniatur punggalan barong adalah saat melihat antusias anak-an Ngelawang saat Hari Raya Kuningan sangat tinggi. Dan untuk mendukungnya itu para napi disarankan membuat kerajinan yang berhubungan dengan budaya. Kebetulan juga salah satu napi memang mahir dalam membuat ukiran. "Mereka dalam buat miniatur punggalan barongnya bersama-sama, ada yang tugas amplas, cat ataupun yang tugas mengukir, semua punya tugas masing-masing," jelasnya. 

Dan apabila nanti kedepannya kerajinan miniatur punggalan barong buatan para napi itu banyak peminat, maka akan disarankan untuk membuat lebih banyak sambil disiapkan pula sarana penunjang lainya. "Mungkin juga nanti bisa dipamerkan dalam event-event di Lapas Tabanan," pungkasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia